Kurang Terekspos, Indonesia Krisis Sosok Ilmuwan Inspiratif
Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti, Humas SDID
Jakarta: Indonesia krisis ilmuwan yang dapat menjadi role modeluntuk mampu menginspirasi generasi muda di era persaingan global.   Para akademisi, dosen dan peneliti seringkali bekerja dalam senyap dan tanpa ekspos, padahal tidak sedikit karyanya yang sudah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID), Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti mengatakan, maju dan suksesnya pendidikan tinggi suatu negara tidak lepas dari peran para akademisi, peneliti dan dosen hebat. Sebagai akademisi, dosen-dosen telah mendedikasikan hidupnya untuk mengajar, meneliti, juga mengembangkan ilmu pengetahuan.


"Tak sedikit temuan dan inovasi yang telah mereka hasilkan, bahkan mampu mengharumkan nama bangsa di kancah dunia," kata Ghufron dalam siaran persnya di Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.

Sayangnya, hasil kerja yang lebih sering dilakukan dalam senyap dan keheningan tersebut membuat prestasi para akademisi tidak terlihat secara kasat mata. Hal ini membuat inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi cenderung minim apresiasi dari masyarakat.

"Di sisi lain, saat ini Indonesia sedang membutuhkan sosok ilmuwan yang mampu menjadi role modelserta menginspirasi generasi muda di era persaingan global," terang wakil Menteri Kesehatan era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Baca: Telkom University Raih Peringkat 1 di Sinta Awards 2018

Berangkat dari krisis tersebut, Kemenristekdikti akan menyelenggarakan Academic Leader Award 2018 , sebagai wujud apresiasi terhadap akademisi, khususnya dosen Indonesia.  Kegiatan ini menjadi ajang penghargaan bagi sosok pemimpin akademik yang berdedikasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi Tanah Air.

Ghufron menegaskan, academic leadertidak hanya mengarah pada pemimpin institusi semata, tetapi juga mereka yang memposisikan diri sebagai seorang profesional, inspirator, serta motivator di kelompok atau bidang keahliannya.

“Kami melihat ada gairah dan upaya nyata dari para pemimpin perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia, namun selama ini kurang terekspos luas ke publik," tegas Guru Besar Fakultas Kedokteran Unversitas Gajah Mada (UGM) ini.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id