Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Tari Baris Jangkang Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pendidikan kebudayaan
Antara • 12 November 2019 12:18
Klungkung: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)menetapkan Tari Baris Jangkang Nusa Penida sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTB) Indonesia.Tari Baris Jangkang kini menyandang duastatus penting, yakni sebagai Tari Sakral dan Warisan Budaya Tak bendaIndonesia.
 
Piagam penetapan tersebut diterima Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung Nengah Sudiarta, mewakili Bupati Klungkung pada Pekan Kebudayaan Nasional di Jakarta, 8 November lalu. Piagam penetapan salah satu tarian asal Klungkung itu juga telah disampaikan Kadisbudpora Nengah Sudiarta kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di Klungkung, 11 November lalu.
 
"Pemkab Klungkung sudah melakukan berbagai cara dalam upaya melestarikan Tari Jangkang, di antaranya dengan mementaskan tarian tersebut pada ajang Festival Semarapura, Festival Nusa Penida, Pesta Kesenian Bali, dan festival lainnya, serta mengupayakan pembinaan terhadap generasi muda agar tarian ini tidak punah," kata Sudiarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Tari Baris Jangkang merupakan salah satu tarian sakral yang ada di Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, Nusa Penida. Tari ini dilengkapi senjata tombak.
 
"Sebagai tari sakral, gerakan Tari Baris Jangkang Desa Adat Pelilit terbilang unik dan juga sulit
untuk ditiru," katanya.
 
Selain tariannya, perangkat gamelan untuk mengiringi Tari Baris Jangkang Pelilit ini juga terbilang sakral. Salah satu perangkat gamelan yang terbilang sakral adalah kempur.
 
Dulu, kempur merupakan tempat makanan babi yang bahannya berasal dari perunggu. Jika
benda ini dipukul-pukul dan mengeluarkan suara mampu membuat musuh lari.
 
"Begitu kempur dipukul, musuh yang mendengar akan lari karena melihat padang ilalang seperti ujung tombak dan keris," ujar Sudiarta.
 
Pihaknya menyebutkan, tari ini dipentaskan untuk mengiringi prosesi upacara tertentu, yang dipentaskan di tempat-tempat pelaksanaan upacara. Selain dipentaskan di pura (tempat suci), pementasan juga diadakan di lingkungan rumah tangga, biasanya dipentaskan untuk naur sesangi (membayar kaul/hajat).
 
Kostum penari terdiri dari hiasan kepala berupa udeng, baju putih lengan panjang, kain berupa saput (dengan kain khas Nusa Penida yang dikenal dengan kain Cepuk), kain Kamen berwarna Putih, celana panjang berwarna putih, dan kain Selendang. Adapun sarana yang dipakai dalam
tarian ini berupa tombak yang ujungnya diisi daun ilalang yang menggambarkan sosok prajurit tangguh yang gagah berani dalam menghadapi musuh.
 
Prajurit ini menghadapi musuh saat terjadinya penyerangan pada zaman dahulu di Desa Pelilit. Tarian Jangkang ditarikan oleh sembilan orang yang disesuaikan dengan arah mata angin. Karakteristik Tari Baris Jangkang antara lain, mempunyai gerakan sederhana, rias sederhana, makna dan nilai sebagai kepahlawanan.
 
Iringan yang mengiringi Tarian Baris Jangkang selain Kempur, antara lain dua buah kendang, sebuah petuk, dan cenceng kecil. Perangkat tersebut disebut Gamelan Batel.
 
Menanggapi penetapan itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakanTari Baris Jangkang kini menyandang dua status penting. Yakni sebagai Tari Sakral dan Warisan Budaya Tak benda Indonesia.
 
"Mari jaga dan lestarikan Tari Baris Jangkang sebagai Tari Sakral dan Warisan Budaya Tak benda Indonesia," seru Suwirta.
 
Suwirta berharap kepada masyarakat Klungkung, khususnya warga Desa Adat Pelilit Nusa Penida agar menjaga dan melestarikan Tari Baris Jangkang.Ke depan, Tari Baris Jangkang akan dipentaskan pada saat ada upacara tertentu, seperti mengiringi Upacara Pekelem pada Festival Nusa Penida.
 
"Selamat kepada masyarakat Dusun Pelilit Desa Pejukutan, atas ditetapkannya Tari Baris Jangkang sebagai Warisan Tak benda Indonesia," ujar Suwirta.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif