Seorang guru sedang mengajar di depan kelas, MI/Gino Hadi.
Seorang guru sedang mengajar di depan kelas, MI/Gino Hadi.

Mendikbud Minta Sekolah Berdayakan Pensiunan Guru

Pendidikan Kekurangan Guru
Intan Yunelia • 07 Januari 2019 22:09
Semarang: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengeluarkan wacana untuk memberdayakan kembali guru-guru yang telah pensiun. Wacana ini sebagai solusi mengisi kekosongan guru, di sisi lain juga dapat menekan jumlah rekrutmen guru honorer sampai ada guru PNS pengganti dari pemerintah. 

"Saya minta supaya tidak ada pengangkatan guru honorer lagi  oleh kepala sekolah.  (Jika ada kekosongan guru) lebih baik guru yang mau pensiun itu diperpanjang masa baktinya, sampai ada guru pengganti yang diangkat pemerintah," kata Muhadjir, di Semarang, Senin 7 Januari 2019.

Menurut Muhadjir, jika kepala sekolah mengangkat guru honorer lagi untuk mengisi kekosongan guru seperti yang berlangsung saat ini, persoalan guru honorer tidak akan pernah selesai.  "Toh usianya masih 60-an, masih segar, masih sehat, jadi masih bisa mengabdi beberapa tahun lagi sambil menunggu guru pengganti dari pemerintah," terangnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: Ganjar Pranowo Usul Penghapusan SKTM dalam PPDB Namun Muhadjir menegaskan, di tengah perpanjangan masa baktinya, guru tidak lagi menyandang status PNS.  Begitupun untuk gaji, guru pensiun tersebut akan diambilkan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).  "Tentu tidak sebanyak saat masih belum pensiun, tapi kan dia sudah mendapatkan tunjangan pensiun," terangnya.

Ia berharap dengan dilanjutkannya guru pensiun ini, dapat menjadi pilihan bagi sekolah-sekolah yang kekurangan guru. Agar tak mengangkat guru honorer lebih banyak lagi.

"Jadi tolong pemerintah diberi kesempatan untuk menyelesaikan guru honorer ini," pungkasnya.


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi