Siswa melakukan perundungan terhadap gurunya di salah satu sekolah di Gresik, Jawa Timur, dokumentasi Youtube.
Siswa melakukan perundungan terhadap gurunya di salah satu sekolah di Gresik, Jawa Timur, dokumentasi Youtube.

Mendikbud Wacanakan Ada Kontrak Belajar di Sekolah

Pendidikan Kekerasan di Sekolah RNPK 2019
Citra Larasati • 13 Februari 2019 17:04
Depok: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mewacanakan dibuatnya Kontrak Belajar antara siswa, pihak sekolah, dan komite sekolah yang berisi hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sekolah. Kontrak belajar itu nantinya disepakati dan ditandatangani oleh siswa dan orangtua sebelum siswa resmi di terima di sekolah.
 
"Kalau bisa di setiap sekolah ada kontrak belajar antara siswa, pihak sekolah dan komite sekolah tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sekolah. Seperti Sapta Marga yang diterapkan sehari-hari," sebut Muhadjir saat menutup Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019, d Pusdiklat Pegawai Kemendikbud, Bojongsari, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu, 13 Februari 2019.
 
Termasuk di dalam kontrak belajar adalah mengatur tentang sanksi, jika sampai siswa melakukan pelanggaran. "Misal sanksi ringan apa, sanksi berat apa yang harus dilakukan. Akan kita coba buat pedomannya, kontrak belajar," tegas Muhadjir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan ini disampaikan Muhadjir saat menjawab pertanyaan wartawan soal maraknya kasus perundungan yang terjadi di sekolah dan viral di dunia maya. Ironisnya, perundungan di sekolah terjadi di tengah gencarnya pemerintah menerapkan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
 
Terbaru adalah kasusperundungan siswa terhadap gurunya di salah satu sekolah di Gresik, Jawa TImur. Video tersebut berdurasi 22 detik, berisi beberapa murid melakukan perundungan terhadap guru yang kemudian viral di media sosial.
 
Dalam video tersebut tampak suasana kelas, di mana seorang guru terlihat menghampiri siswa dan menegur siswanya. Namun siswa yang ditegur malah melawan dan cenderung bertindak agresif, seperti menantang sang guru berkelahi.
 
Baca:Mendikbud: Mengelola Kelas Seperti Main 'Pencak Silat'
 
Muhadjirmenduga siswa yang melakukan perundungan terhadap guru tersebut belum terpapar program PPK. Muhadjir mengakuibelum semua sekolah terpapar PPK secara substantif, meski secara formal sudah.
 
"Pertama saya belum cek anak yang melakukan tindakan sangat tidak terpuji di Gresik itu apakah sudah terpapar PPK atau belum. Dugaan saya belum," terang Muhadjir.
 
Kasus di Gresik, menurut Muhadjir akan dijadikan sebagai model kasus untuk dipelajari dan dirumuskan solusi penyelesaian pada kasus-kasus kekerasan di kelas secara umum. Di antaranya bagaimana sekolah dan guru memainkan perannya, suasana kelas sebelum kejadian perundungan dan sebagainya untuk dievaluasi.
 
"Saya minta ke ditjen (direktorat jenderal) dikdasmen (pendidikan dasar dan menengah) turunkan tim untuk menelusuri lebih lanjut," tutup Mendikbud.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif