Namun, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, ragu perguruan tinggi mampu menyelaraskan langkah dengan majunya perkembangan teknologi. Dia menyebut perguruan tinggi akan selalu tertinggal.
"Kalau kita tunggu perguruan tinggi siap dulu, alatnya siap, sarana prasarana siap, dosen dilatih dulu, itu enggak keburu," tutur Kiki dalam Sosialisasi Program Bangkit pada Perguruan Tinggi Vokasi secara daring, Selasa, 29 November 2022.
Kiki menegaskan teknologi terus melesat. Hal ini membuat pihaknya memutar otak ketika dosen dan sarana prasarana perguruan tinggi tak mampu lagi mengejar.
Beruntung, kata dia, saat ini pihaknya menjalin kerja sama dengan Google Indonesia. Keduanya membangun Program Bangkit yang akan memberikan pelatihan dan pengembangan talenta digital kepada mahasiswa.
"Jadi, kita ajarkan mahasiswa kita di dunia industri yang juga sedang berubah itu," tutur dia.
Kiki mengatakan Program Bangkit akan membentuk kompetensi digital mahasiswa. Mulai dari machine learning, mobile programming, dan cloud computing.
"Dengan demikian saat mahasiswa selesai belajar mereka membersamai proses perubahan teknologi itu, mereka mengerti dan menjalani itu," ujar dia.
| Baca juga: Mahasiswa D3 Bisa Daftar Program Bangkit Mulai Tahun Depan |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News