Sekolah Lapangan di KCBN Muara Jambi. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Sekolah Lapangan di KCBN Muara Jambi. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Kemendikbudristek Gelar Sekolah Lapangan di KCBN Muara Jambi

Ilham Pratama Putra • 22 Juli 2022 16:23
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan program Sekolah Lapangan di dua Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi. Yaitu, situs Kotamahligai serta situs Gedong I. 
 
Sekolah Lapangan ini selaras dengan sasaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dicetuskan Kemendikbudristek. Melalui Sekolah Lapangan, warga perguruan tinggi, baik mahasiswa maupun tenaga pendidik dapat turun langsung mengimplementasikan teori akademik dengan fakta sejarah dan budaya.
 
Ketua Umum Badan Musyawarah Keluarga Jambi (BMKJ) Wilayah Jakarta Muslimin Tanja menilai sekolah Lapangan di KCBN Muara Jambi bakal memberikan informasi akurat kehidupan budaya Melayu masa lalu. Dengan begitu, peninggalan budaya Melayu dapat disebarluaskan lewat  penelitian ilimiah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terlebih ada unsur-unsur histori di daerah aliran sungai (DAS) Batanghari yang itu menjadi kebanggaan Suku Melayu di Jambi,” kata Muslimin dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Juli 2022.
 
Muslimin menilai kinerja pemajuan kebudayaan yang digagas Ditjen Kebudayaan Kemendikbdristek melalui Sekolah Lapangan adalah bukti tanggung jawab pemerintah terhadap aset sejarah bangsa untuk kepentingan generasi masa depan. Muslimin menyebut Sekolah Lapangan yang digelar di KCBN Muara Jambi dapat memperkuat akar nilai budaya Melayu.
 
"Sebab telah diketahui latar belakangnya secara ilmiah dan rinci sehingga wajib dilestarikan," tutur dia. 
 
Terdapat berbagai aktivitas di sekolah lapangan ini, seperti identifikasi situs, diskusi bersama pakar, eskavasi, konservasi, pemugaran, hingga penataan lingkungan. Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid menuturkan KCBN mempunyai arti penting, yakni nilai sejarah  peradaban Indonesia. Hal itu terdapat pula pada KCBN Muara Jambi.
 
"Dengan berlangsungnya Sekolah Lapangan, generasi muda dapat ikut mengungkap segala aspek perjalanan peradaban Melayu. Sudah menjadi kewajiban serta tanggung jawab seluruh pihak untuk merawat peninggalan sejarah," kata Hilmar.
 
Hilmar menyebut melestarikan peninggalan budaya merupakan upaya pemajuan kebudayaan. Dia berharap melalui Sekolah Lapangan di KCBN Muara Jambi timbul kesadaran merawat warisan budaya sebagai bentuk harmonisasi alam dan manusia oleh mahasiswa dan tenaga pendidik.
 
“Sehingga akademisi dan mahasiswa tidak hanya berkutat di kelas saja. Namun dapat juga belajar dari lapangan menggali nilai-nilai budaya maupun kearifan lokal yang pernah ada di sepanjang Sungai Batanghari,” ucap Hilmar.
 
Sekolah Lapangan di KCBN Muara Jambi bakal melibatkan arkelog, sejarawan, ahli geofisika, pakar biologi, desainer produk, serta mahasiswa dari lintas perguruan tinggi. Perguran tinggi yang andil dalam program Sekolah Lapangan ini yakni UI, ITB, Universitas Jambi, dan UIN Sultan.  
 
Program Sekolah Lapangan berlangsung selama dua tahap yakni pra-Sekolah Lapangan pada 14-15 Juli dan dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan 18-31 Juli. Puncak program direncanakan berlangsung pada Agustus 2022.
 
Baca juga: Kemendikbudristek: Kepulauan Banda Layak Dijadikan Cagar Budaya

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif