Rerata Nilai UN SMP di Kota Yogyakarta Meningkat
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP. Foto: Antara/Fikri Yusuf.
Yogyakarta:Rerata nilai hasil ujian nasional (UN) jenjang SMP di Kota Yogyakarta pada tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu, dan menempati peringkat pertama di DIY.

"Rerata nilai Ujian Nasional (UN) Kota Yogyakarta menjadi terbaik di DIY.  Meskipun untuk rerata nilai UN per sekolah belum bisa menempati peringkat pertama di DIY," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana di Yogyakarta, Jumat, 25 Mei 2018.


Rerata nilai UN di Kota Yogyakarta pada tahun ini mencapai 273,56 dari empat mata pelajaran yang diujikan, sedangkan pada tahun lalu hanya mencapai 271.

Peringkat kedua ditempati Kabupaten Sleman dengan nilai rerata 256,5, Kabupaten Bantul 250,02, Kabupaten Kulon Progo 241,6 dan Kabupaten Gunung Kidul 225,03.

Sedangkan untuk SMP dengan rerata terbaik di DIY ditempati salah satu SMP negeri dari Kabupaten Sleman yaitu SMP 4 Pakem, diikuti SMP Negeri 5 Yogyakarta dan SMP Negeri 8 Yogyakarta di peringkat kedua dan ketiga.

Sedangkan dari 10 besar peserta UN, dengan nilai terbaik di DIY, tujuh di antaranya adalah siswa dari Kota Yogyakarta yaitu enam dari SMP Negeri 8 Yogyakarta dan 1 dari SMP Negeri 5 Yogyakarta.

Pengumuman nilai Ujian Nasional di Kota Yogyakarta akan dilakukan bersamaan dengan pengumuman kelulusan yang akan dilakukan pada Senin (28/5). "Mekanisme pengumuman
diserahkan tiap sekolah," ungkap Edy.

Nilai hasil Ujian Nasional SMP tersebut akan digunakan sebagai bekal untuk penerimaan siswa baru jenjang SMA/SMK yang juga akan dilakukan berdasarkan sistem zonasi.

"Nilai hasil ujian nasional di Kota Yogyakarta memiliki rerata yang cukup tinggi sehingga dimungkinkan berdampak pada semakin ketatnya persaingan untuk masuk ke SMA di Kota Yogyakarta," tuturnya.

Edy pun berpesan agar siswa bisa memilih SMA/SMK dengan sejumlah pertimbangan, di antaranya potensi untuk diterima di sekolah yang dipilih, serta persaingan yang akan dihadapi.

"DIY sudah memetakan zona berdasarkan kelurahan. Misalnya, saja di SMA
Negeri 1 Yogyakarta masuk dalam zona Kota Yogyakarta dan juga sejumlah wilayah di luar Kota Yogyakarta, misalnya, Kecamatan Kasihan dan Kecamatan Gamping," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Hasyim mengatakan, pengumuman UN sengaja dilakukan bersamaan dengan pengumuman kelulusan agar lebih efektif.

"Selain itu, nilai UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa," katanya.

Ia menyebut terdapat beberapa sekolah yang memilih mengumumkan kelulusan dengan mengundang orang tua siswa ke sekolah.  Pengumuman UN dan kelulusan dilakukan serentak di DIY pada Senin (28/5) pukul 10.00 WIB.


 



(CEU)