Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan layar.
Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan layar.

SKB 4 Menteri Tentang Pembukaan Sekolah Tengah Digodok

Pendidikan Virus Korona sekolah Kenormalan Baru
Ilham Pratama Putra • 18 November 2020 10:54
Jakarta: Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) telah berlangsung selama delapan bulan, semenjak virus korona (covid-19) mewabah di Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, wabah membuat mekanisme pembelajaran jadi mendadak tak biasa.
 
"Luar biasa menyedihkan ya, dan saya sangat mengerti betapa banyaknya orang tua yang stres pada saat ini," terang Nadiem dalam Metro Pagi Prime Time, Rabu, 18 November 2020.
 
Nadiem meminta seluruh elemen satuan pendidikan bersabar. Kemendikbud saat ini terus mencari solusi untuk dunia pendidikan di tengah pandemi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Mas Menteri, Masih Efektifkah Belajar Daring?
 
Dia bersama tiga menteri lainnya, yakni Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga tengah menyusun regulasi pembukaan sekolah tatap muka. Nadiem mengaku tengah berupaya menghentikan PJJ di berbagai wilayah.
 
"Tapi tentunya dengan zona kuning dan hijau sudah boleh tatap muka, dan juga harapannya ke depan akan semakin kita mendukung fleksibilitas di daerah-daerah untuk bisa melakukan tatap muka," ujar Nadiem.
 
Tapi, Nadiem belum mau membocorkan kapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) itu akan dikembalikan. Masih harus ada pengkajian yang hasilnya akan dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.
 
"Nanti akan kami umumkan dengan empat kementerian. Jangan lupa, ini bukan keputusan Kemendikbud. Selalu masalah sekolah itu, siapa yang boleh buka itu, selalu SKB 4 Menteri," tutup dia.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif