Menristekdikti, Mohamad Nasir, Foto:  Medcom.id/Intan Yunelia.
Menristekdikti, Mohamad Nasir, Foto: Medcom.id/Intan Yunelia.

Kampus Siber di Indonesia Diharapkan Mendunia Lewat Rektor Asing

Pendidikan Pendidikan Tinggi Rektor Asing
Intan Yunelia • 29 Agustus 2019 14:02
Jakarta:Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir berharap kehadiran rektor asing di Universitas Siber Asia bisa menjadi mendongkrak eksistensi perguruan tinggi berbasis siber Indonesia di kancah internasional. Rektor asing memiliki segudang pengalaman yang memiliki jaringan luas di dunia.
 
“Mudah-mudahan dengan siber ini bisa mengangkat (pendidikan tinggi) siber Indonesia di kelas dunia nanti. Karena rektornya itu mempunyai pengalaman dalam mengelola siber,” kata Nasir usai Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri dan Pimpinan Tinggi Pratama di Kemenristekdikti, di Gedung D Kemenristekdikti, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019.
 
Mantan rektor terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menyebutkan, pemilihan Rektor Universitas Siber Asia, Jang Youn Cho yang berasal dari Korea Selatan sudah melalui proses kualifikasi ketat. Karier akademiknya sebagai guru besar Universitas of Nebraska di Lincoln, Amerika Serikat juga sangat panjang, yakni 15 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diharapkan dengan kehadiran rektor asing di Perguruan Tinggi Swasta ini bisa mendongkrak peringkatnya di dunia. Sebab dalam upaya meningkatkan peringkat perguruan tinggi, bukan hanya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menjadi prioritas pemerintah.
 
“Visi misinya (rektor asing) karena ini pihak swasta maka ingin kita dorong APK kita harus meningkat lebih baik dan mendorong universitas ini bisa masuk ke kelas dunia,” ujar.
 
Sebelumnya, Menristekdikti mengenalkan Rektor Asing pertama bernama Jang Youn Cho yang berasal dari Korea Selatan. Cho akan memimpin Universitas Siber Aisa di Indonesia yang berada di bawah naungan Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK). Yayasan ini juga membawahi Universitas Nasional (Unas).
 
"Pertama kali rektor asing yang masuk di Indonesia yaitu di Universitas Siber Asia di Indonesia yang diselenggarakan Universitas Nasional Jakarta," kata Nasir di Hotel Grand Ina, Sanur, Bali, Senin 26 Agustus 2019
 
Nasir mengatakan, Universitas Siber yang diselenggarakan Unas ini merupakan lembaga pendidikan pertama yang sistem pendidikannya berbasis daring. "Universitas ini adalah yang pertama kali di Indonesia yang berbasis pada online, di mana mereka yang rektor tadi punya pengalaman mengelola perguruan tinggi (berbasis daring) ," ujar Nasir.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif