Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Pusat Perbukuan, Kemendikbud, Dadang Sunendar (tengah). Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Pusat Perbukuan, Kemendikbud, Dadang Sunendar (tengah). Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

Bahasa Indonesia Ditargetkan Jadi Bahasa Resmi PBB di 2045

Pendidikan Bahasa Indonesia
Intan Yunelia • 22 November 2019 17:30
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) semakin gencar untuk program peningkatan fungsi Bahasa Indonesia menjadi Bahasa internasional. Salah satu targetnya adalah mendorong bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di 2045.
 
Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Pusat Perbukuan, Kemendikbud, Dadang Sunendar optimistis, Bahasa Indonesia bisa menjadi Bahasa Internasional. Hal ini pun sudah menjadi catatan khusus di Kongres Bahasa Indonesia (KBI) ke-11 pada 2018 lalu.
 
Targetnya tahun 2045 Bahasa Indonesia sudah berstatus menjadi Bahasa resmi PBB seperti halnya Bahasa Inggris, Prancis, China, Arab, Spanyol, dan Rusia. ?“Mudah-mudahan selama syaratnya sudah kita penuhi dan saya optimistis ke depan setidaknya 2045 Bahasa Indonesia harus masuk dalam jajaran Bahasa Internasional,” ujar Dadangdalam kegiatan Lesehan Kebangsaan dengan tema ‘Bahasa Penghela Pembangunan Manusian: Pembinaan Bahasa, Pembinaan Bangsa' di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat 22 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pencanangan ini sesuai dengan amanat Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Serta arahan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pengembangan dan Pembinaan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia.
 
Dadang mengatakan, upaya menjadikan Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Internasional harus dilakukan secara bertahap, sistematis dan berkelanjutan.
 
“Jadi kita melakukan secara bertahap dan pelan-pelan dan sekarang sudah lebih dari 45 negara di dunia yang mengajarkan Bahasa Indonesia di lima benua dan lebih dari 300 lembaga dunia mengajarkan Bahasa Indonesia,” kata Dadang.
 
Badan Bahasa Kemendikbud juga telah melaksanakan pengayaan daya ungkap Bahasa Indonesia melalui program pengembangan korpus antara lain penambahan makna kata dalam KBBI yang sekarang hampir mencapai 130.000 makna.
 
Di samping itu masih terdapat sekitar 400.000 istilah bidang ilmu yang perlu didefinisikan lebih lanjut. Serta dilakukan pula perlindungan terhadap Bahasa daerah yang sekarang berjumlah 718 itu melalui program revitalisasi dan konservasi kebahasaan
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif