Ilustrasi belajar. Medcom.
Ilustrasi belajar. Medcom.

Mengenal Laju Reaksi: Faktor, Orde Reaksi, dan Teoori Tumbukan

Pendidikan pelajaran Mata Pelajaran Kimia Mata pelajaran
Medcom • 04 Mei 2022 20:51
Jakarta: Pernahkah terlintas di benak Sobat Medcom, mengapa daging sapi yang disimpan di lemari pendingin cenderung lebih awet ketimbang dibiarkan di suhu normal? Ini merupakan akibat dari adanya proses laju reaksi.
 
Mengutip laman Akupintar, laju reaksi adalah laju berkurangnya konsentrasi pereaksi atau laju bertambahnya konsentrasi hasil reaksi tiap satuan waktu. Sederhananya, laju reaksi diartikan sebagai perubahan konsentrasi pereaksi (reaktan) atau reaksi (produk) per satuan waktu.
 
Hubungan antara laju reaksi dengan konsentrasi pereaksinya dapat diketahui melalui sebuah persamaan. Persamaan tersebut adalah sebagai berikut:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keterangan:
 
r = laju reaksi
k = tetapan laju
[X], [Y], [Z] = konsentrasi pereaksi
a, b, c = orde reaksi
 
Karena erat kaitannya dengan waktu, besaran laju reaksi juga ditentukan berdasarkan hal tersebut. Laju bernilai besar jika waktu yang dibutuhkan singkat, sedangkan laju bernilai kecil bila waktu yang dibutuhkan panjang. Dengan kata lain, laju berbanding terbalik dengan waktu.

Faktor Pengaruh Laju Reaksi

Selain berkaitan dengan waktu, laju reaksi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Faktor tersebut ialah konsentrasi, suhu, luas permukaan, dan katalis.
 
Jika konsentrasi pereaksi diperbesar, maka laju reaksinya juga menjadi semakin cepat. Hal ini terjadi lantaran zat berkonsentrasi tinggi mengandung jumlah partikel lebih banyak dan rapat, sehingga terjadi tumbukan antarpartikel yang lantas mengakibatkan reaksi kimia.
 
Reaksi kimia akan berlangsung lebih cepat pada suhu yang tinggi. Sebab, energi kinetik yang meningkat akibat peningkatan suhu membuat gerak partikel bertambah besar. Dengan begitu, tumbukan yang efektif antarpartikel juga kemungkinan besar terjadi.
 
Sebagai contoh, daging sapi akan lebih awet jika disimpan di dalam lemari es daripada dibiarkan pada suhu ruang. Dalam hal ini, suhu rendah berperan memperlambat laju reaksi dari enzim atau mikroba yang terkandung pada daging.
 
Faktor yang memengaruhi laju reaksi lainnya adalah luas permukaan. Semakin besar luas permukaan partikel, maka frekuensi tumbukan bisa jadi semakin tinggi. Inilah sebabnya reaksi kimia berlangsung lebih cepat.
 
Faktor terakhir yang memengaruhi laju reaksi ialah katalis, yaitu zat yang bekerja dengan cara menurunkan energi aktivasi tanpa mengalami perubahan hingga akhir proses. Contohnya, dekomposisi amoniak dan alkohol menggunakan logam platinum, serta konversi pati menjadi gula (glukosa) dengan asam atau enzim.

Orde Reaksi dalam Laju Reaksi

Orde reaksi menyatakan besarnya pengaruh konsentrasi pereaksi pada laju reaksi. Ini tidak hanya ditentukan dari persamaan reaksi, tetapi juga bisa ditentukan menggunakan beberapa cara.
 
Salah satunya, dari tahap-tahap reaksi elementer. Jika hal tersebut diketahui, maka orde reaksi sama dengan koefisien reaksi tahap paling lambat. Namun bila tak diketahui, maka orde reaksi ditentukan melalui eksperimen.
 
Terdapat tiga macam orde reaksi yang umumnya dijumpai dalam persamaan laju reaksi. Ketiganya ialah Reaksi Orde Nol, Reaksi Orde Satu, dan Reaksi Orde Dua.
 
Reaksi Orde Nol terjadi jika laju reaksinya tidak dipengaruhi konsentrasi pereaksi. Sedangkan, Reaksi Orde Satu terjadi ketika besar laju reaksi berbanding lurus dengan besarnya konsentrasi pereaksi.
 
Adapun Reaksi Orde Dua berlangsung jika konsentrasi pereaksi dinaikkan dua kali semula, sehingga laju reaksinya akan meningkat sebesar empat kali lipat. Namun, apabila dinaikkan tiga kali semula, maka laju reaksinya menjadi sembilan kali lipat.

Teori Tumbukan dalam Laju Reaksi

Dalam proses terjadinya reaksi, terdapat teori tumbukan. Teori ini menjelaskan reaksi kimia bisa terjadi karena partikel-partikel yang saling bertumbukan.
 
Tumbukan itu sendiri terjadi jika ada dua molekul atau lebih yang permukaannya saling bersentuhan di satu titik. Namun, tidak semua tumbukan bisa menghasilkan reaksi kimia, melainkan hanya tumbukan efektif.
 
Supaya bisa terjadi tumbukan efektif, harus ada orientasi tumbukan molekul yang tepat. Orientasi yang dimaksud merupakan arah atau letak posisi antarmolekul yang bertumbukan.
 
Demikianlah pembahasan mengenai laju reaksi, mulai dari faktor yang memengaruhi, orde reaksi, hingga teori tumbukan yang termuat di dalamnya. Jadi, sekarang Sobat Medcom sudah mengerti, kan, kenapa makanan lebih awet ketika disimpan di lemari es? (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Penasaran Kenapa Wadah Plastik Bisa Meleyot Saat Kena Panas? Simak Penjelasannya!
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif