Ilustrasi/AFP
Ilustrasi/AFP

Mata Pelajaran Geografi

Mengintip Indonesia dari Letak Astronomis dan Batas Wilayahnya

Medcom • 02 Juli 2022 09:00
Jakarta:  Secara geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan yang besar dan terletak di antara Samudra Pasifik dan Hindia, berada di garis khatulistiwa, kemudian juga ada di sepanjang lengan barat daya cincin api.  Hal ini membuat Indonesia memiliki banyak lanskap gunung berapi.
 
Namun untuk melihat posisi Indonesia, Sobat Medcom juga bisa melihatnya dari letak astronomisnya.  Lalu apa sih yang dimaksud dengan letak astronomis dan di mana derajat letak astronomis Indonesia?
 
Letak astronomis adalah letak suatu wilayah berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis khayal pada peta atau globe yang sejajar dengan garis khatulistiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, dilansir dari laman Katalogue, garis bujur adalah garis khayal pada peta atau globe yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan. Garis tersebut membagi Bumi menjadi bagian barat dan timur. Karena bernama garis khayal, tentunya garis ini sebenarnya tidak ada atau tidak terlihat.
 
Garis lintang dan garis bujur hanyalah upaya pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya astronomi.

Derajat Letak Astronomis Indonesia

Letak Indonesia secara astronomis berada pada 6 derajat Lintang Utara (LU) – 11 derajat Lintang Selatan (LS) dan 95 derajat Bujur Timur (BT) – 141 derajat Bujur Timur (BT).
 
Wilayah Indonesia tidak dilalui oleh garis Tropic of Cancer (garis balik utara) yang menandakan wilayah paling utara Bumi dan terkena sinar matahari langsung di atas kepala.

Berikut ini Batas Wilayah Indonesia pada Letak Astronomis:

  1. Batas wilayah Indonesia paling utara pada koordinat 6 derajat LU terletak di Pulau We, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
  2. Batas wilayah Indonesia paling selatan pada koordinat 11 derajat Lintang Selatan berada di Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur
  3. Batas wilayah Indonesia paling barat pada koordinat 95 derajat Bujur Timur berada di Pulau Breueh, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam
  4. Batas Wilayah Indonesia paling timur pada koordinat 141 derajat Bujur Timur berada di Sungai Fly, Kota Merauke, Provinsi Papua
Wilayah Indonesia juga dilewati oleh garis zero latitude (garis lintang 0 derajat) atau biasa disebut dengan garis ekuator atau garis khatulistiwa.  Wilayah di Indonesia yang dilewati oleh garis khatulistiwa adalah Kota Bonjol di Sumatra Barat, Kota Pontianak di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi, Kepulauan Batu di Sulawesi Utara, Pulau Halmahera di Maluku Utara, dan Pulau Waigeo di Papua Barat.

Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

Dikutip dari laman mediaindonesia.com, letak astronomis memiliki pengaruh terhadap iklim di Indonesia. Tidak hanya itu, ini juga menyebabkan Indonesia memiliki tiga zona waktu.

Iklim Tropis

Dampak dari letak astronomis Indonesia itu berpengaruh pada iklim. Indonesia beriklim tropis karena berada pada garis khatulistiwa. Itu karena iklim tropis membentang dari 23,50 LU-23,50 LS, sedangkan garis lintang Indonesia yaitu 60 LU-110 LS.
 
Lalu apakah dampak dari iklim tropis di Indonesia? Salah satunya adalah Indonesia mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun dan tidak memiliki musim dingin seperti negara-negara di benua Amerika dan Eropa. Secara umum, Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni penghujan dan musim kemarau.
 
Dampak lainnya adalah terkait suhu udara dan kelembaban udara. Di Indonesia kelembaban udara cenderung hangat yang membuat hewan dan tumbuhan bisa berkembang dengan baik.  Tidak hanya itu, dampak iklim tersebut juga membuat Indonesia memiliki hutan hhujan tropis.

Tiga Zona Waktu

Terbaginya Indonesia ke dapam tiga zona waktu juga merupakan bagian dari dampak letak garis bujur Indonesia 950 BT-1410 BT. 

Waktu Indonesia bagian Barat (WIB)

Waktu Indonesia Barat (WIB) dimulai dari 105º garis bujur timur dan selisih waktu dengan Greenwich Mean Time (GMT) lebih 7 jam (GMT +7). Wilayah dengan WIB adalah seluruh daerah Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA)

Waktu Indonesia Tengah (WITA) dimulai dari 120º garis bujur timur dan selisih waktu dengan Greenwich Mean Time (GMT) lebih 8 jam (GMT +8). Wilayah dengan WITA adalah seluruh daerah Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, dan pulau-pulau sekitarnya.

Waktu Indonesia bagian Timur (WIT)

Waktu Indonesia Timur (WIT) dimulai dari 135º garis bujur timur dan selisih waktu dengan Greenwich Mean Time (GMT) lebih 9 jam (GMT +9). Wilayah dengan WIT meliputi seluruh daerah Maluku dan Irian Jaya

5 Keuntungan Letak Astronomis Indonesia

Namun tak hanya sekadar berdampak pada sejumlah hal, letak astronomis Indonesia juga ternyata memberikan sejumlah keuntungan sebagai berikut:

1. Punya Hutan Hujan Tropis yang Luas

Tahu kah kamu, jika hutan hujan tropis merupakan penyumbang oksigen terbesar di dunia dan bisa mengurangi pemanasan global.  Jadi Indonesia termasuk negara yang beruntung, karena iklim tropis membuat negara kita memiliki hutan hujan tropis tersebut.

2. Memiliki keragaman flora dan fauna yang bervariasi

Tidak hanya itu, hutan hujan tropis juga merupakan habitat yang paling pas untuk bertumbuhnya flora dan fauna.  Tentu saja menjadi tidak aneh jika kita mengetahui Indonesia memiliki flora dan fauna yang kaya dan beragam.  Ternyata hal tersebut juga merupakan dampak dari kondisi iklim di Indonesia.  

3. Lahan Pertanian dan Perkebunan yang Subur

Tentunya yang satu ini tidak kalah penting. Sebab intensitas curah hujan yang tinggi dan disinari matahari sepanjang tahun menyebabkan tanah di Indonesia sangat subur. Hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah ini kemudian mampu membantu mendorong peningkatan perekonomian negara.

4. Terhindar dari Angin Topan

Keuntungan lainnya adalah Indonesia realatif aman dari ancaman angin topan. Kok bisa? Hal ini karena suhu di daerah tropis seperti di Indonesia cenderung tinggi dan tekanannya rendah. Sehingga massa udara akan dipaksa naik secara vertikal ketika melewati daerah khatulistiwa yang membuat Indonesia terbebas dari adanya angin topan.

5. Tujuan Pariwisata Alam

Pemandangan alam di Indonesia sangat menawan dan banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Pemandangan alam Indonesia yang menawan tidak terlepas dari pengaruh iklim tropis. (Syeha Alhaddar)
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif