Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani. Foto: Dok. Kemenag
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani. Foto: Dok. Kemenag

Kemenag Minta PTKI Perhatikan Aspek Kemanusiaan

Pendidikan kementerian agama PTKI Kemenag
Citra Larasati • 22 April 2022 15:00
Jakarta:  Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) harus siap menghadapi revolusi industri 4.0 dan society 5.0 dengan semangat perubahan, profesionalisme, dan memperhatikan aspek kamanusiaan. 
 
“Perguruan Tinggi harus menyiapkan SDM dengan keterampilan mengajar dan melakukan riset-riset sesuai dengan kebutuhan era revolusi industry dan society 4.0,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani saat kuliah umum sivitas akademika Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 22 April 2022.
 
Di hadapan ratusan mahasiswa, Guru Besar UIN Sunan Gunungdjati Bandung ini mengingatkan, meski revolusi industri 4.0 didukung kemajuan teknologi yang kuat, aspek manusia harus menjadi perhatian utama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dhani sapaan akrabnya, menganggap Society 5.0 bukan kelanjutan dari era 4.0. “Karenanya kita yang hidup di abad ini harus tetap menjadi profil manusia yang humanis dengan meletakkan kemanusiaan di atas segalanya,” jelasnya. 
 
Ia menerangkan, kemajuan Pendidikan Islam harus memadukan antara perkembangan era industry 4.0 dengan society 5.0.  Sivitas akademika harus bisa mengendalikan teknologi sebagai penunjang kemajuan umat manusia, namun manusia jangan sampai dijadikan budak teknologi. 
 
“Untuk itu, sivitas akademika harus menguasai emosional, intelektual, fisikal, sosial, dan humanisme,” ujarnya. 
 
Dirjen Pendis juga berkomitmen untuk memperkuat jalinan kerja sama dengan PTKI, termasuk Unwahas, untuk memajukan Pendidikan Islam, utamanya tri darma perguruan tinggi, pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. 
 
Rektor Universitas Wahid Hasyim, Mudzakkir Ali, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Dirjen Pendis di Kampus Aswaja. Menurutnya, ayahanda dari Dirjen Pendidikan Islam, yaitu Prof. Dr. Cecep Syarifuddin, adalah salah satu tokoh yang ikut andil dalam pendirian Unwahas pada tahun 1999-2001.
 
Baca juga:  Kebut Proses, Kemenag Integrasikan Sistem Layanan Proposal Pendirian PTKIS
 
“Karena ayahandanya sering ke Unwahas, jadi putranya harus lebih sering dan lebih memberikan manfaat untuk kemajuan kampus NU ini,” harap Mudzakir di sambut tawa peserta kuliah umum. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif