Rohaniawan Romo Antonius Benny Susetyo, Kemendikbud/BKLM.
Rohaniawan Romo Antonius Benny Susetyo, Kemendikbud/BKLM.

Romo Benny Tegaskan Integritas dalam Layanan Pendidikan

Pendidikan Pendidikan Karakter
Citra Larasati • 21 Januari 2019 09:07
Jakarta:Rohaniawan, Romo Antonius Benny Susetyo memberikanwejangankepada pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang hadir dalam Perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Ada tiga pesan utama yang disampaikan, yakni agar semua bekerja didasari semangat untuk saling membangun kebersamaan, melayani, dan integritas.
 
Romo Antonius Benny Susetyo mengatakan, integritas dalam pendidikan, tuturnya, menjadi yang utama ketika mendidik insan-insan manusia merdeka yang memiliki kemandirian berpikir, bertindak, dan bernalar. “Maka pendidikan karakter yang bermutu dapat mendidik anak-anak kita memiliki kejujuran, memiliki budaya satria, dan mampu untuk membangun kemandirian,” terang Benny di Jakarta, Senin, 21 Januari 2019.
 
Benny juga menekankan, bagaimana menjadikan manusia terutama pegawai Kemendikbud memiliki hikmat dan kebijaksanaan dalam konteks kekinian. “Menjadi semangat Natal adalah nyalakan kembali terang, menjadi garam dan teladan. Karena pendidikan pada dasarnya adalah mengajarkan keteladanan,” ucapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Benny pada kesempatan ini juga memberikan pesan, bahwa dalam dunia pendidikan harus menjadikan Pancasila sebagai jiwa dan gerak bangsa, karena Pancasila merupakan ideologi. Ideologi itu hanya bisa dibangun dengan kesadaran dari insan-insan pendidikan yang menyadari tentang keutamaan hidup.
 
Baca:Kualitas Pendidikan Bergantung Pada Guru dan Kepsek
 
Maka Pancasila tidak lagi sekadar pedoman dan arah, tetapi menjadi Ideologi kebijakan dalam sistem pendidikan kita, karena di situlah rohnya mencerdaskan kehidupan bangsa dan Tanah Air.
 
“Anda yang bekerja menjadi insan pendidikan hendaknya menyadari integritas, keteladanan, dan pelayanan. Kalau kita memiliki semangat hidup yang optimal. Kalau anda tidak lagi disiplin, kalau anda masih membuang waktu, kalau anda bekerja setengah-setengah berarti anda mengkhianati terang itu, dan terang itu tidak akan ada gunanya kalau tidak menjadi karakter kita,” pesan Romo Benny.
 
Pesan yang disampaikan oleh Romo Benny, kata Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi, memberikan semangat untuk bisa memberikan pelayanan yang lebih. Menurut Didik, semangat dilayani sudah tidak ada lagi di era saat ini, tetapi semangat melayani menjadi yang utama.
 
Dengan demikian, sekolah-sekolah, para guru, peserta didik seluruhnya mendapatkan layanan yang terbaik. Layanan pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil, di daerah terisolir, dan di daerah terluar layanannya tidak boleh berbeda dengan anak-anak yang ada di perkotaan. Mereka harus mendapatkan layanan yang setara, sehingga tidak ada perbedaan kualitas lulusan anak-anak kita di daerah tersebut dengan daerah perkotaan.
 
“Oleh karena itu, dengan semangat perayaan Natal tahun 2018 dan tahun baru 2019 kami mengharapkan kerja keras teman-teman di kementerian untuk semakin meningkatkan kinerja kita. Semoga pelayanan yang kita lakukan ini menunjukan hasil yang optimal bagi anak didik kita di seluruh Tanah Air,” pesan Didik.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi