Penerima beasiswa penuh S2 di Harvard University Parama Pradana Suteja. DOK Unair
Penerima beasiswa penuh S2 di Harvard University Parama Pradana Suteja. DOK Unair

Lagi Cari Beasiswa Kuliah di Luar Negeri? Simak Dulu 4 Strategi dari Pramana

Renatha Swasty • 08 November 2022 15:59
“Go Scholarship 2022” Parama Pradana Suteja Berbagi Tips Raih Beasiswa Luar Negeri
 
Jakarta: Keberhasilan mendapatkan beasiswa merupakan impian bagi setiap mahasiswa. Namun, perlu usaha ekstra keras untuk mendapat beasiswa sebab saingan ketat.
 
Konten kreator sekaligus penerima beasiswa penuh S2 dari Harvard University, Parama Pradana Suteja, membagikan strategi memperoleh beasiswa luar negeri. Hal itu disampaikan dalam Go Scholarship 2022 bertajuk “Enrich your Ability, Unlock your New Opportunity” yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair).  

Berikut strategi mendapat beasiswa luar negeri:

1. Memahami diri sendiri

Sebagai langkah utama untuk mengenal lebih dekat siapa diri kita. Dimulai dengan menggali minat dan ketertarikan, tujuan hidup, serta hal yang dimiliki mencakup kemampuan, pendidikan, pengalaman, dan koneksi.

2. Cari tahu beasiswa yang dituju

Parama menjelaskan ada berbagai macam beasiswa, seperti beasiswa berdasarkan kebutuhan finansial, kelayakan atau prestasi, beasiswa pemerintah, hingga dari perusahaan swasta. “Jadi, tidak alasan untuk tidak mendapat beasiswa, kalau kalian belum mencobanya,” ujar mahasiswa yang pernah mendapat tawaran tujuh beasiswa S2 di 11 universitas terbaik dunia itu dikutip dari laman unair.ac.id, Selasa, 8 November 2022.

3. Memilih jurusan dan universitas

Pada tahap ini, ada dua cara memilih jurusan maupun universitas impian yakni mempertimbangkan alasan akademis dan nonakademis yang bersifat personal. Alasan akademis tentu membutuhkan riset dengan melihat ranking universitas, ranking program studi, fasilitas kampus, serta paling penting ketahui daftar universitas mana saja yang ditawarkan oleh beasiswa tujuan.

Parama mengungkapkan pendaftaran antara beasiswa dan universitas dapat dilakukan bersamaan. Namun, mendaftar universitas terlebih dahulu dapat mempermudah peluang merraih beasiswa.
 
“Misalnya ya, kamu daftar terus kamu diterima di Oxford. Nah, kamu tuh daftar LPDP (beasiswa dari pemerintah) lebih gampang gitu daripada kamu cari LPDP dulu, tapi tidak ada yang nerima kamu,” ungkap dia.

4. Melengkapi persyaratan beasiswa

Setiap beasiswa atau universitas memiliki persyaratan berbeda, namun umumnya meliputi sertifikat bahasa, esai, resume, surat rekomendasi, hingga dokumen pribadi. Bagi Parama, mencari mentor kompeten dan mau membantu menjadi poin plus untuk me-review berkas calon awardee, khususnya esai.

5. Taklukkan wawancara dengan percaya diri

Beberapa tips melakukan wawancara antara lain memberikan kesan positif, memperhatikan pertanyaan atau instruksi panelis, menjawab pertanyaan dengan tenang dan percaya diri, serta berikan penutup yang mengesankan.
 
Mahasiswa arsitektur ini menyebut ada tiga poin penting dalam mencari beasiswa yaitu riwayat akademik yang baik, memiliki jiwa kepemimpinan dengan aktif berorganisasi, serta sisi kemanusiaan. Apabila sudah terpenuhi, maka tidak perlu ragu mendaftar beasiswa sebanyak mungkin.
 
“Kalian harus miliki mimpi yang besar karena mimpi besar atau kecil itu sama-sama gratis, teman-teman. Jadi kalau kalian pilih mana, kalau aku sih (mimpi) yang besar,” ujar pria kelahiran Solo itu.
 
Itulah lima strategi mendapat beasiswa luar negeri. Semoga membantu yaa.
 
Baca juga: Apa Itu Beasiswa LPDP? Simak Penjelasan hingga Cara Daftarnya

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan