Seminar Literasi Digital di lingkungan ASN BKN. Foto: Kemenkominfo
Seminar Literasi Digital di lingkungan ASN BKN. Foto: Kemenkominfo

Sasar Sektor Pemerintahan, ASN di Lingkungan BKN Didorong Cakap Literasi Digital

Citra Larasati • 02 September 2022 11:00
Jakarta:  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Pusat Pengembangan Kepegawaian Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara menyelenggarakan kegiatan literasi digital untuk sektor pemerintahan.  Agenda ini bertajuk “Peningkatan Kompetensi di Bidang Teknologi Digital bagi Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara”.
 
Kegiatan ini dihadiri 4.346 pegawai Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat dan Regional di seluruh Indonesia.  Kegiatan Literasi Digital Sektor Pemerintahan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kecakapan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan kewaspadaan, serta mengadopsi teknologi digital.
 
Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada 2021, didapatkan skor atau tingkat kapasitas Literasi Digital masyarakat Indonesia sebesar 3.49 dari 5.00. Berdasarkan skor tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia berada dalam kategori “sedang”.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kegiatan literasi digital di sektor pemerintahan merupakan salah satu inisiasi Kemenkominfo dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan ASN menuju Indonesia #MakinCakapDigital.

Pilar Literasi Digital

Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi ASN di bidang digital.  Selain itu juga mendorong peningkatan jumlah jam pelajaran yang diperoleh masing-masing ASN sesuai dengan implementasi Pasal 70 Undang-Undang Nomor 05 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara terkait pengembangan kompetensi ASN.
 
"Materi yang disampaikan dalam kegiatan Literasi Digital ini terdiri dari 4 Pilar Literasi Digital," terang Bonifasius dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 2 September 2022.
 
Yaitu Kecakapan Digital, Keamanan Digital, Budaya Digital dan Etika Digital. Dari materi-materi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan kecakapan penggunaan teknologi digital.
 
"Selain itu juga meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan perangkat dan akun yang digunakan serta mendorong ASN untuk mengenal dan mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan sektor publik pada masyarakat," ujar Bonifasius.
 
Sekretaris Utama BKN, Imas Sukmariah, dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara Literasi Digital Sektor Pemerintahan di Lingkungan ASN BKN, menjelaskan, Literasi Digital ini merupakan kerja besar.  Karena sebagai ASN harus mampu memahami 4 pilar Literasi Digital dalam kehidupan sehari-hari.
 
"Kemampuan dasar di era digital yang perlu kita kuasai seperti kecakapan individu dalam menggunakan internet, menggunakan media sosial, dan kemampuan mencari, memilah dan memilih konten yang positif, serta kemampuan mengolah dan membuat informasi," tambah Imas.
 
Materi pertama disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Kepegawaian ASN BKN, Bajoe Loedi Hargono, yang menjelaskan tentang Transformasi Digital di Badan Kepegawaian Negara. BKN memiliki banyak tugas dan fungsi, beberapa di antaranya adalah penyelenggaraan sistem informasi manajemen kepegawaian, penyelenggaraan dan pengawasan serta pengendalian pelaksanaan manajemen kepegawaian, pelaksanaan hukum, dll.
 
Dengan banyaknya tugas dan fungsi BKN, jika tidak didukung oleh transformasi digital, maka proses pelayanan akan menjadi lambat sehingga proses digitalisasi menjadi penting untuk mempercepat proses pelayanan.
 
"Di BKN sendiri sudah memulai proses transformasi digital pada tahun 2000-an dan terus berkembang sampai sekarang. Di tahun 2009-2013, kita sudah ada pengembangan Kartu Pegawai Elektronik, CAT BKN, e-PUPNS, portal pendaftaran SSCN dan di tahun 2015, kita sempat melakukan integrasi antara CAT BKN dan SSCN yang mendapatkan penghargaan internasional.
 
Kemudian, pada tahun 2020, BKN mengembangkan Perbaikan Data Mandiri (PDM), Integrated System Database Engine (SIASN), Docu Digital, dan lain sebagainya," jelas Bajoe.
 
Di kesempatan yang sama, Gatot Sandy, Digital Content Practitioner, membawakan materi tentang Etika Digital yang menjadi poin penting dalam menjaga keharmonisan komunikasi dan beraktivitas di dunia digital. ASN perlu memahami tentang komunikasi digital dan penyaringan informasi karena etika digital selalu berhubungan dengan dua hal itu.
 
"Etika digital memang tidak tertulis, namun etika ini muncul dari kesadaran kita sendiri untuk menjaga ekosistem yang baik di dunia digital. Ingatlah bahwa kita berbicara dengan manusia nyata yang memiliki perasaan, kehidupan, dan pendapat yang tentu ingin dihargai. Ketika kita membagikan hal-hal baik, nanti hal-hal baik juga yang akan datang kepada kita," tegas Gatot.
Baca juga:  Selamat! 32.932 Guru Madrasah Lolos Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan 2022


 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif