Panitia lokal Jakarta SBMPTN 2018, saat meninjau pelaksanaan ujian di Kampus UI, Depok.  Foto: Humas UI
Panitia lokal Jakarta SBMPTN 2018, saat meninjau pelaksanaan ujian di Kampus UI, Depok. Foto: Humas UI

Panlok Jakarta Tak Mau "Kecolongan" Lagi

Pendidikan SBMPTN 2018
Octavianus Dwi Sutrisno • 09 Mei 2018 15:36

Depok: Sempat kecolongan tahun lalu, Panitia lokal (panlok) Jakarta memperketat pengawasan selama proses tes SBMPTN 2018.

Ketua Panitia Lokal Jakarta SBMPTN 2018, Bambang Wibawarta mengatakan, sebelumnya telah ada ketetapan dalam penjagaan proses SBMPTN dari pusat yang langsung dijelaskan kepada para pengawas.  "Kita berikan penjelasan kepada pengawas, ada indikasi (kecurangan) A, B dan C yang kemungkinan terjadi di tahun sebelumnya (2017)," ucap Bambang, di Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat.

Bambang mengklaim, penyelenggaraan SBMPTN di wilayah Jakarta tahun 2018 dipastikan sangat ketat dibandingkan wilayah lain.  "Ini termasuk yang sangat ketat, karena pernah terjadi kejadian seperti itu, maka kita selalu bekerjasama dan mengarahkan pengawas agar berhati - hati. Seperti para peserta yang membawa handphone, jam atau bluetooth," ucapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Namun, pengetatan tersebut bukan berarti akan membuat suasana ujian mencekam.  Bambang hanya ingin mencegah terjadinya kecurangan selama proses SBMPTN. "Kalau ada yang mencurigakan ya digeledah, handphone tentu tidak boleh, jam juga diperiksa. Sanksinya harus ada laporan, di mana si pengawas menulis laporan bahwa ini terindikasi kalau ada yang tertangkap basah nanti di proses," bebernya.

Selain itu, Bambang juga menerangkan pihaknya juga mewaspadai terjadinya kasus "joki", dengan mencocokan nama dan foto peserta ujian saringan masuk PTN.

"Ada standarnya, jadi semua kita antisipasi," paparnya.

Saat ditanya mengenai kecurangan peserta yang sempat terjadi, Bambang membenarkan bahwa saat penyelenggaraan SBMPTN beberapa waktu lalu ada beberapa peserta yang terindikasi.

"Dulu pernah ada, tiga sampai empat orang mereka menggunakan alat yaitu handphone tapi sudah diproses dan dipastikan tidak akan masuk," pungkasnya.



 


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi