Nilai UN SMA/SMK 2018 Turun

Mendikbud Akui Rerata UN SMA/SMK Turun Karena HOTS

Citra Larasati 03 Mei 2018 15:03 WIB
Kelulusan SMA
Mendikbud Akui Rerata UN SMA/SMK Turun Karena HOTS
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy

Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengakui secara umum rerata nilai Ujian Nasional (UN) SMA sederajat 2018 turun dibanding tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah karena keberadaan soal berstandar Higher Order Thinking Skills (HOTS).

"Dari skor secara umum memang turun (nilai UN), tapi dari segi integritas kan jadi 100 persen," kata Muhadjir kepada Medcom.id, di Jakarta, Kamis, 3 Mei 2018.


Penurunan rerata nilai UN SMA 2018 ini, kata Muhadjir, terutama terjadi pada peserta yang tahun lalu masih menggunakan UN berbasis kertas dan pensil (UNKP). Selain itu, penurunan juga diakui Muhadjir karena keberadaan soal berstandar Higher Order Thinking Skills (HOTS).

"Juga karena parameternya dinaikkan, seiring mulai diterapkannya soal HOTS," ungkap mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Namun ketika ditanya mengenai detail data hasil UN SMA sederajat 2018, Muhadjir meminta agar menunggu keterangan resmi yang akan disampaikan pihak Kemendikbud dalam waktu dekat. "Detailnya itu sudah terlalu teknis," kata Muhadjir.

Berdasarkan data hasil UN 2017, Kemendikbud mencatat adanya peningkatan indeks integritas, baik di sekolah yang menerapkan UNBK maupun sekolah yang menjalankan UNKP.
 
Sekolah-sekolah yang pada 2016 menerapkan UNBK dan memiliki indeks integritas tinggi, pada 2017 indeks integritasnya meningkat sebesar 3,39 poin. Sementara sekolah pada 2016 lalu mengikuti UNKP dengan indeks integritas rendah, kemudian tahun ini mengikuti UNBK, memiliki peningkatan indeks integritas.

Sebanyak 8,1 juta peserta didik dari 96 ribu satuan pendidikan (sekolah) akan mengikuti UN 2018.   Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno menyebutkan jumlah siswa yang mengikuti UNBK 2018 meningkat signifikan sekitar 166 % dibanding tahun sebelumnya. “Dari 3,7 juta peserta di 2017, menjadi 6.293.552 peserta didik di 2018 ikut UNBK,”jelas Totok.

Dari jumlah tersebut, terdapat 16 Provinsi yang jenjang SMA sudah 100 persen menggunakan UNBK.  Diantaranya provinsi Aceh, Banten, Bangka Belitung, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Sedangkan untuk jenjang SMK, sebanyak 17 provinsi sudah 100 persen menggelar UNBK. Diantaranya provinsi Aceh, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, Yogyakarta, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah.






 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id