70% Anak Indonesia tak Mampu Jawab Soal HOTS
Inisiator Semua Murid Semua Guru (SMSG) Najeela Shihab
Jakarta:Merujuk pada hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2016, sebanyak 70 persen siswa Indonesia tidak dapat menjawab soal berkategori Higher Order Thinking Skill (HOTS).  Dalam konteks teori pendidikan,  kondisi siswa Indonesia masih berada pada tingkat Lower Order Thinking Skill (LOTS) atau keterampilan berpikir rendah.

Inisiator Semua Murid Semua Guru (SMSG) Najeela Shihab menyebut, sebagian besar siswa Indonesia yang diuji oleh PISA 2016 tak mampu menjawab satu soal pun. "Ada 70 persen siswa Indonesia yang tak bisa menjawab soal secara benar," kata Najeela dalam diskusi SMSG, di FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 26 April 2018.


Untuk diketahui, Indonesia menduduki posisi hampir buncit dalam pemeringkatan PISA yang dirilis 2016.  Indonesia hanya mampu menduduki peringkat 65 pada kemampuan matematika, 64 pada kemampuan sains, dan 66 pada kemampuan membaca dari 72 negara yang disurvei.

Sementara Vietnam, kala itu hampir 50 persen siswanya mampu menjawab 70 persen soal yang diberikan PISA.  

PISA merupakan lembaga penilaian internasional terhadap keterampilan dan kemampuan siswa usia 15 tahun (kelas IX SMP dan X SMA). Kemampuan siswa terhadap matematika, sains, dan membaca di suatu negara diuji dengan memberikan soal berpikir tingkat tinggi atau HOTS.

Peringkat Vietnam pada survei PISA pun jauh lebih baik ketimbang Indonesia. Negeri Rose itu dalam kemampuan matematika meraih posisi 22, sementara pada kemampuan sains menduduki peringkat 8, dan untuk kemampuan membaca berada di posisi 32.

"Itu kanmenunjukkan sebetulnya anak kita yang sudah pintar pun dibandingkan dengan anak-anak lain ternyata masihenggak sepintar itu. Apalagi anak-anak Indonesia kemampuannya tidak merata," tukasnya.

Kondisi ini juga terlihat jelas pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Meski pemerintah menyisipkan soal sulit HOTS hanya 10 persen, namun sebagian besar peserta UNBK SMA merasa kesulitan untuk menjawab dengan benar.

"Jadi enggak heran kalau misalnya 70 persen (siswa tak bisa menjawab satu soal pun pada tes PISA) kesulitan pada saat soal itu masuk ke UN," tutur Najeela.
 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id