Ilustrasi. Foto: Antara/Rahmad
Ilustrasi. Foto: Antara/Rahmad

Seluruh Santri Terpapar Covid-19 di Tasikmalaya Sembuh

Pendidikan Virus Korona pondok pesantren
Antara • 01 Maret 2021 21:06
Tasikmalaya: Seluruh santri Pondok Pesantren Persis Benda di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sudah dinyatakan sembuh. Mereka juga diperbolehkan pulang dari tempat isolasi.
 
"Pasien dari klaster pesantren sudah pada pulang, sudah sembuh semua, mudah-mudahan level kita bisa turun lagi," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan di Tasikmalaya, Senin, 1 Maret 2021.
 
Ia menuturkan Pemkot Tasikmalaya sudah berupaya maksimal untuk menangani ratusan santri dan pengajar yang terpapar covid-19 di Pondok Pesantren Persis Benda. Ia berharap setelah selesainya penanganan kasus dari klaster pondok pesantren itu akan menurunkan level Kota Tasikmalaya dari zona merah menjadi zona oranye, sehingga aktivitas masyarakat bisa lebih longgar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya optimistis, kita akan turun lagi jadi zona oranye, bahkan bisa kuning," ungkapnya.
 
Baca: 201 Santri di Bangka Positif Covid-19
 
Ia menyampaikan klaster pondok pesantren menjadi salah satu penilaian Pemerintah Provinsi Jabar menetapkan Kota Tasikmalaya sebagai zona merah covid-19. Setelah tidak adanya klaster pesantren, kata dia, maka Provinsi Jabar akan mengevaluasi perkembangan kasus penularan covid-19 itu, kemudian menentukan kembali kebijakan penetapan pembatasan kegiatan masyarakat.
 
Jika status Kota Tasikmalaya masih zona merah, kata dia, maka pemerintah daerah akan terus memperketat kegiatan masyarakat untuk mencegah penularan covid-19.
 
"Namun sekarang pendekatannya lebih ke mikro, kalau ada RT yang merah, wilayah itu yang di lockdown," kata Ivan.
 
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat jumlah kasus positif covid-19 di pondok pesantren sebanyak 389 orang. Mereka terdiri dari santri, pengajar dan karyawan.
 
Mereka yang terpapar covid-19 sempat menjalani isolasi di asrama pesantren, Hotel Crown, Rumah Sakit Dewi Sartika, Rumah Sakit Purbaratu, dan Rumah Sakit Umum Daerah dr Soekarjo. Para warga pesantren ini sembuh setelah menjalani isolasi dan penanganan medis selama 10 sampai 14 hari.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif