Dahnil juga mengatakan, pemimpin adalah cermin dari rakyat itu sendiri, begitu juga sebaliknya. Pernyataan tersebut disampaikan Wamenhaj saat mengisi Ramadan Public Lecture (RPL) di Masjid Kampus UGM pada Minggu, 22 Februari 2026. Dahnil membawakan topik “Bagaimana Al-Qur’an Memandu Kehidupan Bernegara?”.
Menurut Dahnil, menyebutkan ciri seorang pemimpin, yakni seorang yang harus memiliki sifat amanah atau bertanggung jawab. Sehingga kita harus mampu menghadirkan orang-orang yang mampu dan bisa dipercaya memegang tanggung jawab dalam memimpin negara ini.
“Di era demokrasi yang kita tuntut adalah bagaimana kemudian kita punya kemampuan untuk menghadirkan pemimpin-pemimpin yang memegang amanah sepenuhnya, yang bisa dipercaya, yang punya integritas,” pesannya dikutip dari laman UGM, Rabu, 25 Februari 2026.
Dahnil pun menyoroti bagaimana kebenaran atau integritas ini diuji pada era digital saat ini di mana yang benar dan yang salah dapat diatur oleh algoritma. Oleh karena itu, diperlukan kecerdasan literasi, untuk memilah apa saja yang ditampilkan di sosial media untuk kita konsumsi.
“Di tengah informasi yang surplus luar biasa banyak, maka kemampuan kita untuk menjaring itu dituntut,” katanya.
Dahnil pun menambahkan, ada 4 esensi dari kehidupan bernegara menurut Al-Qur’an yakni, menghadirkan keadilan, musyawarah, persatuan, dan juga tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa yang paling penting dalam kehidupan bernegara adalah keadilan, pasalnya hal ini akan terus dibutuhkan.
“Keadilan adalah diskursus yang tidak pernah selesai, tidak pernah tuntas sampai dengan akhir zaman,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News