“Dari 2015 sampai sekarang, ini menjadi komitmen UMN untuk memberikan kontribusi bagi generasi muda Indonesia,” ujar Rektor UMN, Andrey Andoko, dikutip dari tayangan YouTube Metro TV, Selasa, 12 Mei 2026.
Program Beasiswa OSC 2026 membuka pendaftaran bagi siswa kelas 12 dan gap year. Tahun ini, tersedia 145 beasiswa S1 penuh yang bebas uang pangkal dan uang semester hingga lulus. Beasiswa ini tersebar di 10 kampus mitra terpilih dan pendaftaran dibuka hingga 3 Juni 2026.
Keikutsertaan UMN dalam Beasiswa OSC semakin bernilai seiring meningkatnya reputasi akademik kampus ini di kancah internasional. Kini, UMN masuk dalam jajaran 100 besar universitas terbaik di Asia Tenggara sekaligus 500 besar di Asia, berdasarkan QS World University Rankings Asia 2026.
Andrey menyebut capaian itu bukan tujuan akhir, melainkan batu loncatan. “Visi kami adalah menuju World Class University. Pengakuan ini menunjukkan satu kualitas yang diakui pada tingkat dunia,” kata dia.
Konsekuensinya, proses seleksi mahasiswa baru termasuk penerima Beasiswa OSC dirancang ketat agar standar akademik tetap terjaga. Namun, seleksi hanyalah pintu masuk. Selama masa studi, mahasiswa harus melalui proses pembelajaran yang dirancang agar lulusan siap berkompetisi di panggung global.
Hasilnya terbukti. Lebih dari 85 persen mahasiswa UMN sudah mengantongi pekerjaan bahkan sebelum wisuda digelar. Dalam enam bulan setelah kelulusan, UMN menargetkan seluruh alumni, termasuk penerima Beasiswa OSC sudah bekerja atau menjalankan usaha mandiri.
Inovasi UMN dalam OSC 2026 hadir dalam wujud program studi Ilmu Komunikasi berbasis daring penuh melalui skema UMN Online Learning. Calon mahasiswa dari seluruh pelosok Indonesia kini bisa mengakses pendidikan berkualitas tanpa harus merantau ke Tangerang.
Sistem pembelajaran ini dirancang fleksibel dengan modul asinkron yang dapat diakses kapan saja, dilengkapi dua sesi pertemuan langsung via Zoom yang dijadwalkan di malam hari untuk mengakomodasi mahasiswa yang paralel menjalani dunia kerja.
“Tidak perlu ngekos di dekat kampus. Dari sisi biaya kuliah keseluruhan, ini jauh lebih terjangkau,” jelas Andrey.
Bagi yang membutuhkan penghasilan tambahan, perkuliahan bisa dijalani sambil bekerja.
Di balik peluang beasiswa yang menggiurkan, Andrey menitipkan pesan penting bagi calon mahasiswa maupun alumni OSC bahwa era kecerdasan buatan (AI) bukan ancaman yang bisa dihindari, melainkan kenyataan yang harus dihadapi dengan kesiapan.
Ia menyebut sejumlah profesi kini mulai tergantikan oleh AI, namun pada saat yang sama, lapangan kerja baru terus bermunculan. Kuncinya ada pada human skill atau seperangkat kemampuan manusiawi yang hingga kini belum mampu direplikasi mesin, seperti komunikasi, berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah.
“Kuliah di UMN sudah diperbolehkan menggunakan AI, tapi kita harus membangun kompetensi yang lebih daripada AI itu sendiri,” tegas dia.
Andrey juga mendorong seluruh sivitas akademika dan alumni untuk menjadi lifelong learner atau pribadi yang tidak berhenti belajar meski gelar sudah di tangan. “Ilmu yang kita kuasai sebelumnya bisa saja sudah usang. Kita harus terus belajar hal-hal baru,” pesan dia.
Bagi pelajar yang ingin mengubah keterbatasan menjadi batu loncatan, Beasiswa OSC 2026 di UMN bisa menjadi jawabannya. Oleh karena itu, daftarkan diri sekarang juga di osc.medcom.id sebelum pendaftaran berakhir. (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News