Ketua MRPTNI Prof. Eduart Wolok mengatakan kehadiran langsung Presiden dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 memberikan arah yang jelas mengenai peran strategis perguruan tinggi di tengah tantangan pembangunan nasional. Menurutnya, MRPTNI dapat lebih fokus mengembangkan riset demi kemajuan bangsa.
"Tentu ini menjadi hal yang positif untuk bagaimana kita lebih bisa merespons bagaimana arah kemajuan bangsa ini ke depan," kata Eduart usai taklimat KSTI 2026, Jumat 26 Juni 2026.
| Baca juga: 8 Program Kolaborasi Kampus dengan Pemerintah, Bikin Bensin dari Sawit hingga Giant Sea Wall |
Menurut Eduart, rangkaian sarasehan pada KSTI 2026 dapat menjadi pondasi arah riset perguruan tinggi. Para rektor masih akan berdialog dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk memperdalam berbagai isu strategis sehingga menghasilkan rekomendasi yang lebih konkret bagi penguatan pendidikan tinggi sepanjang KSTI 2026.
"Besok tentu masih akan ada dialog lagi dengan para menteri Kabinet Merah Putih, tentu diharapkan akan lebih tajam lagi untuk hasil sarasehan nanti," ujarnya.
Adapun Sarasehan KSTI 2026 berlangsung selama tiga hari. Forum ini berjalan mulai dari 26 Juni sampai 28 Juni 2026.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengungkapkan Prabowo ingin adanya percepatan pembangunan, kemandirian, dan kesejahteraan bangsa. Menurut dia, hal itu hanya dapat dicapai lewat kontribusi perguruan tinggi.
Menurut Brian, Presiden memandang kampus sebagai tempat berhimpunnya ilmuwan, saintis, dan teknokrat terbaik Indonesia yang harus mampu menghasilkan inovasi untuk menjawab kebutuhan bangsa. Dengan begitu diharapkan sivitas akademika dapat memperkuat perannya.
"Bapak Presiden menyampaikan bahwa kampus itu adalah tempat berkumpulnya scientist, ilmuwan, teknokrat terbaik bangsa kita, sehingga diharapkan kampus, insan perguruan tinggi itu betul-betul bisa mengoptimalkan perannya. Karena tanpa peran dari perguruan tinggi, insan perguruan tinggi, peneliti, maka bangsa kita tidak akan mencapai percepatan-percepatan," kata Brian.
| Baca juga:
|
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda