Direktur Utama RS Universitas Andalas, Yevri Zulfiqar, menerangkan ruangan isolasi berada di lantai basement. Ada lima ruang perawatan pasien dalam pengawasan (PDP) dengan kriteria sedang tanpa ventilator, lima kamar untuk pasien positif korona kriteria sedang tanpa ventilator, dan satu ruang perawatan anak kategori PDP, serta satu ruangan ICU mini.
"Juga menyediakan ruangan tindakan bagi ibu melahirkan normal. Saat ini belum memadai untuk membuka OK untuk persalinan SC (sectio caesarea)," kata Yevri melalui siaran pers, Selasa, 14 April 2020.
Yevri mengungkapkan pasien covid-19 akan ditangani dan diawasi oleh petugas kesehatan, yang terdiri dari tenaga medis, paramedis, dan penunjang medis. Dokter spesialis yang terlibat yakni paru, penyakit dalam, anak, dan anastesi. Ada juga dokter umum, perawat, petugas laboratorium, dan petugas radiologi.
Baca: Laboratorium Pemeriksaan Covid-19 RS UNS Telah Beroperasi
Ia memastikan para petugas yang diturunkan adalah mereka yang dibekali dengan pelatihan. RS Unand telah berkomitmen tidak akan menurunkan petugas jika tidak dengan alat pelindung diri (APD), standar sehingga tidak akan membahayakan para petugas.
Yevri mengatakan RS Unand pun telah menyediakan tempat bersitirahat bagi para tenaga kesehatan yang berada tidak jauh dari rumah sakit. Ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para petugas yang ingin mengurangi risiko penularan kepada keluarga di rumah.
"Penginapan para petugas kesehatan pun dibuat senyaman mungkin untuk melepas penat para petugas," ujarnya.
Yevri menambahkan ruangan dilengkapi kamera pengawas (CCTV) selama 24 jam dan bel. "Untuk kenyamanan pasien, pasien juga difasilitasi dengan kamar mandi, televisi serta alat untuk beribadah,” ujarnya.
Ia menambahkan ruangan isolasi sengaja dibuat di lantai basement untuk menghindari risiko penularan. Akses untuk ke ruangan ini pun juga dibatasi. Setiap pintu masuk pengunjung dilakukan screening sebagai upaya untuk menghindari adanya suspect covid-19 yang memasuki area pelayanan poliklinik maupun perawatan.
"Jadi pelayanan pasien lainnya tidak akan terganggu dan aman dari risiko penularan," jelasnya.
Ia berharap aktifnya ruangan isolasi ini dapat menjadi kekuatan baru Sumatra Barat dalam menghadapi wabah covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News