Anggota Tim Labfor Polda Jatim melakukan olah TKP kelas yang ambruk di SDN Gentong, Pasuruan, Jawa Timur. Foto: ANT/Umarul Faruq
Anggota Tim Labfor Polda Jatim melakukan olah TKP kelas yang ambruk di SDN Gentong, Pasuruan, Jawa Timur. Foto: ANT/Umarul Faruq

Pemda Harus Bertanggung Jawab Ambruknya Sekolah di Pasuruan

Pendidikan sekolah ambruk
Intan Yunelia • 08 November 2019 18:00
Jakarta: Anggota Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian ikut berkomentar terkait ambruknya atap sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gentong, di Kota Pasuruan, Jawa Timur. Kasus yang memakan korban jiwa ini sangat memprihatinkan, terjadi di tengah terus meningkatnya anggaran pendidikan di Tanah Air.
 
"Harus kita selidiki, di mana akar masalahnya. Apakah pihak sekolah yang tidak melaporkan kondisi bangunan sekolah yang sudah tidak layak, ataukah dari dinas pendidikan kota yang belum menindaklanjuti laporan?," kata Wakil Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jumat, 8 November 2019.
 
Ia mengatakan, pengelolaan pendidikan di jenjang sekolah dasar merupakan tanggung jawab pemerintah masing-masing kota/kabupaten. Meski begitu, pemerintah pusat juga telah banyak menggelontorkan program bantuan dari pemerintah pusat, seperti dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua stakeholder pendidikan harus proaktif dalam mengajukan dan melaksanakan perbaikan sekolah-sekolah yang kurang layak. Baik dari pihak pemerintah kota, pihak sekolah, maupun orang tua murid," ujar Hetifah.
 
Sementara itu, Pakar Pendidikan, Yanti Sriyulianti mengatakan, bahwa kejadian tersebut kemungkinan besar terjadi karena bangunan yang sudah lapuk. "Menurut standar sarana prasarana Permendikbud, kekuatan bangunan adalah 20 tahun. Sekarang sudah saatnya semua sekolah harus segera dicek usia bangunannya," ucap Yanti.
 
Kejadian ini juga harus dijadikan momentum bagi pemerintah dan pemangku kepentingan di dunia pendidikan untuk menanggapi serius mengenai sekolah aman. Terlebih kebanyakan sekolah di Indonesia berada di wilayah rawan bencana.
 
"Bukan hanya pembangunan fasilitas fisik yang harus diperhatikan, namun juga manajemen penanggulangan bencana dan pendidikan pengurangan risiko bencana," tutur Yanti.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif