Seminar Nasional Kebangsaan 'Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan' - Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
Seminar Nasional Kebangsaan 'Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan' - Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.

Ketua DPR Usul Bentuk Kementerian Bahagia dan Toleransi

Pendidikan dialog kebangsaan kebangsaan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 03 Juli 2019 15:12
Jakarta: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mengusulkan dua kementerian baru, Kementerian Kebahagiaan dan Kementerian Toleransi. Hal tersebut disampaikan Bamsoet, sapaan karib Bambang, dalam Seminar Nasional Kebangsaan 'Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan'.
 
"Di Uni Emirat Arab sudah ada menteri kebahagiaan dan menteri toleransi, kalau tujuan kita bernegara adalah ke arah sana, maka dua kementerian ini perlu dipertimbangkan untuk dibentuk di negara kita," kata Bamsoet di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Apalagi, saat ini Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo tengah menyiapkan nama-nama menteri untuk mengisi kabinet baru. "Barangkali kalau ada yang tidak tertampung dalam literatur menteri yang ada sekarang bisa dibuat menteri kebahagiaan atau ditambahkan menteri kebahagiaan dan toleransi," ujar Bamsoet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bamsoet menilai dua kementerian ini penting, apalagi bahagia merupakan tujuan hidup rakyat Indonesia. Untuk itu, kata dia, perlu diwujudkan kebahagian dan toleransi di masyarakat.
 
"Tapi ini penting. Karena semua apa yang kita lakukan hari ini menuju ke sana, masyarakat yang ada di mana ujungnya bahagia juga. Kalau kita sudah mulai memikirkan perlunya dibentuk kementerian kebahagiaan dan toleransi, maka Insyaallah ke depan bisa terwujud Indonesia yang bahagia dan penuh toleransi," tutur dia.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif