"Kalau dulu semboyannya adalah when the classroom door close, theacher is the king, ketika pintu kelas ditutup, guru adalah raja, maka nanti rajanya itu selain guru ada juga TIK. Karena anak-anak sudah bawa TIK semua, anak-anak membawa gawai, yang itu sebetulnya bisa menggantikan kalau gurunya hanya biasa-biasa saja," kata Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi di Sentul, Bogor, Senin malam, 24 Juni 2019.
Ia melanjutkan, kehadiran Rumah Belajar dan edukasi yang berada di bawah Pustekkom Kemendikbud harus betul-betul dimanfaatkan. Terutama oleh semua kepala sekolah dan guru di sekolah. "Kita sambut bersama-sama, ini gratis, tidak ada biaya sedikit pun," tegas Didik.
Sementara sekarang, kata Didik, di luar sudah banyak software, sistem yang berbayar. "Tentu kami berharap rumah belajar ini akan tumbuh terus dan kami berharap Bapak Ibu juga bisa berkontribusi dengan cara mengembangkan, memberi saran, memberi masukan, dan coba ikut membuat," imbuhnya.
Ketua Umum Dharma Pertiwi, Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan, di pelatihan ini juga akan menggunakan aplikasi yang sudah dibuat oleh Pustekkom. Seperti Rumah Belajar, Bank Soal, Kelas Maya, dan TV Edukasi.
Baca: 16 Kepala Daerah Melek TIK Diganjar Anugerah Kihajar
Aplikasi ini nantinya akan dimanfaatkan dengan praktik pembuatan media pembelajaran seperti pembuatan video sederhana. "Dalam era milenial saat ini dan penguasaan TIK akan sangat membantu dalam pembelajaran peserta didik di sekolah-sekolah dibanding masa lampau. Kecepatan dan jangkauan kegiatan pembelajaran akan sangat mungkin jauh melompat maju dengan penguasaan TIK," terang Nanny.
Ia menuturkan, dengan pelatihan pemanfaatan TIK ini, diharapkan dapat membantu guru-guru menguasai TIK dan memberikan motivasi untuk terus memperdalam pengetahuan TIK-nya. Agar kemudian tidak kalah dengan penguasaan TIK oleh murid-muridnya yang memang sudah terbiasa dengan teknologi.
"Untuk kemudian diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang lebih jelas, menarik dan dimengerti oleh para anak didik dan juga menularkan, memotivasi, dan terus menyemangati anak didik untuk terampil dan menguasai TIK, sehingga mampu bersaing dengan anak didik sekolah-sekolah di mancanegara," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News