Rektor UNS, Jamal Wiwoho, mengatakan perkembangan era ini menuntut manusia agar lebih tangguh dan hebat dalam teknologi. Apalagi, dunia berubah maju dengan cepat.
"Kalau saudara tidak siap dan sigap mengantisipasinya, saudara akan ditinggalkan. Jangan berhenti belajar karena kehidupan tidak pernah berhenti memberikan pelajaran,” kata Jamal dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019.
Menurut dia, perguruan tinggi juga harus siap menghadapi perubahan dan tantangan era tersebut. UNS telah menyiapkan dua kebijakan penting untuk menghadapi era ini, yakni kebijakan akselerasi orientasi sistem pembelajaran berbasis 4.0, serta pengembangan institusi, penguatan literasi data, dan teknologi.
“Pada dasarnya Pendidikan tinggi harus meningkatkan peran dan posisi di tengah masyarakat. Pedidikan tinggi dituntut untuk lebih menyeimbangkan perannya sebagai pusat intelektualitas serta menjaga peran agar tetap relevan dengan kondisi kekinian sekitarnya,” ujar Jamal.
Jamal menilai perguruan tinggi juga perlu terintegrasi dengan industri karena didukung dengan kurikulum, dan penguatan sistem informasi yang menjembatani. Pasalnya, dunia kampus merupakan sebagian kecil kehidupan.
"Akan tetapi sebagian kecil tersebut harus mampu menjadikan kita seseorang yang berpikir hidup terlalu singkat jika kita tidak berguna bagi masyarakat. Saya mohon saudara memberikan kontribusi maksimal dalam pembangunan SDM di Indonesia," kata Jamal.
Sebanyak 1.803 mahasiswa UNS Surakarta menjalani wisuda periode V pada 2019. Terdiri dari 191 wisudawan lulusan pascasarjana, 19 wisudawan pendidikan dokter spesialis, 1.075 wisudawan sarjana dari 11 fakultas, 12 wisudawan diploma IV dari fakultas kedokteran, 442 wisudawan diploma III dari delapan fakultas, dan 64 wisudawan diploma II dari dua fakultas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News