"Tidak perlu alergi memang mahasiswa membikin partai, walaupun saya membayangkan, Partai Mahasiswa Indonesia ini belum menjadi partai peserta pemilu," kata Huda kepada Medcom.id, Senin, 25 April 2022.
Huda mengatakan ada dua kategori melihat partai. Pertama, partai politik, kedua, partai peserta pemilu.
"Partai Mahasiswa Indonesia ini hanya sebagai partai politik, dia artinya akan tetap menjadi politik jalanan esktra parlementer. Saya kira enggak ada masalahnya kalau mereka terlembaga menjadi bagian partai politik," tutur dia.
Huda menilai bakal terjadi perubahan dalam demokrasi Indonesia bila Partai Mahasiswa Indonesia menjadi partai politik peserta pemilu. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilia demokrasi bisa menjadi kurang menarik.
"Watchdog demokrasi itu pilarnya kampus. Dan kampus itu, isinya mahasiswa dan intelektual dan cendekiawan. Tapi, kekuatan kontrol demokrasi, sebagai watchdog demokrasi sebenarnya teman-teman mahasiswa," tutur dia.
Huda tak mempermasalahkan mahasiswa ikut berpolitik praktis. Dia menilai sejauh ini mahasiswa telah menjadi bagian dari politik.
"Ya mahasiswa tidak bepolitik di kampus dan membawa almamater ke partai. Intinya enggak apa-apa menjadi partai. Selama ini mereka sudah menjadi partai dalam konteks tertentu," tutur dia.
Baca: Pendirian Partai Mahasiswa Indonesia, Pengamat: Mahasiswa Berhak Ikut Aktivitas Politik
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News