Ilustrasi sperma/pexels
Ilustrasi sperma/pexels

Mata Pelajaran Biologi

Mengenal Proses Gametogenesis, Penghasil Sel Sperma dan Ovum

Medcom • 24 Juni 2022 20:00
Jakarta:  Gametogenesis adalah proses pembentukan sel reproduksi alias gamet. Proses ini terdiri dari dua macam, yaitu spermatogenesis (pembentukan sperma) dan oogenesis (pembentukan ovum).
 
Spermatogenesis terjadi pada organ reproduksi laki-laki, sedangkan oogenesis terjadi pada organ reproduksi wanita. Meskipun terjadi pada organ reproduksi berbeda, apakah proses pembentukannya tetap sama?
 
Untuk mengupasnya lebih lanjut, simak masing-masing pembahasan proses gametogenesis berikut yang dikutip dari laman Zenius.

Proses Spermatogenesis

Spermatogenesis merupakan pembentukan sperma yang terjadi di dalam testis, lebih tepatnya pada tubulus seminiferus. Testis mulanya akan memproduksi sel germinal yang belum matang (spermatogonium).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sel tersebut kemudian akan diubah menjadi sperma ketika pria mengalami pubertas. Proses ini tentunya melalui berbagai tahapan.
 
Pertama, spermatogonium yang merupakan sel diploid akan mengalami pembelahan mitosis, sehingga jumlahnya bertambah. Spermatogonium kemudian masuk ke siklus selanjutnya, yaitu spermatosit primer.
 
Spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis I dan menghasilkan sel haploid spermatosit sekunder. Spermatosit sekunder kemudian mengalami meiosis II dan menghasilkan spermatid.
 
Spermatid akan melalui proses spermiogenesis untuk berubah menjadi sperma. Proses spermatogenesis ini mengandalkan hormon GnRH, LH, FSH, dan androgen sebagai perangsang. Itulah sebabnya, satu spermatogonium akan menghasilkan empat sperma haploid yang fungsional.

Proses Oogenesis

Oogenesis merupakan pembentukan ovum yang terjadi pada ovarium, lebih tepatnya dalam folikel-folikel yang dimatangkan dengan bantuan hormon FSH.  Ovarium mulanya menghasilkan sel germinal yang belum matang (oogonium).
 
Sel ini kemudian bakal mengalami pembelahan mitosis dan menjadi oosit primer.  Oosit primer akan masuk pada fase meiosis I dan membelah diri menjadi sel diploid ketika wanita mengalami pubertas.
 
Sel diploid ini ukurannya berbeda, di mana ukuran yang besar menjadi oosit sekunder, sedangkan ukuran yang kecil menjadi badan polar. Lain halnya dengan spermatogenesis, oosit sekunder tidak langsung masuk ke fase meiosis II.
 
Fase ini baru terjadi ketika ada fertilisasi atau pembuahan oleh sperma. Jika tak terjadi fertilisasi, maka oosit sekunder akan mati atau mengalami degenerasi.
 
Hasil akhirnya, satu oogonium akan menghasilkan satu ovum haploid fungsional. Serta, dua atau tiga badan polar.
 
Baca juga: 5 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
 
Demikianlah sekilas pembahasan mengenai proses gametogenesis. Sebagai informasi tambahan, kedua proses gametogenesis ini tidak hanya terjadi pada manusia, melainkan hewan dan tumbuhan juga mengalaminya. (Nurisma Rahmatika)

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif