Muncul Petisi Pecat Dosen UNJ Pelaku Pelecehan Seksual, Sudah Diteken 14 Ribu Orang (change.org)
Muncul Petisi Pecat Dosen UNJ Pelaku Pelecehan Seksual, Sudah Diteken 14 Ribu Orang (change.org)

Muncul Petisi Pecat Dosen UNJ Pelaku Pelecehan Seksual, Sudah Diteken 14 Ribu Orang

Muhammad Syahrul Ramadhan • 17 Desember 2021 10:46
Jakarta: Muncul petisi di laman change.org yang meminta agar pihak Rektorat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memecat onkum dosen yang menjadi pelaku pelecehan dan kekerasan seksual. Petisi ini dibuat oleh Space UNJ.
 
Petisi dengan tajuk Pecat Semua Dosen Pelaku Pelecehan dan Kekerasan Seksual di UNJ! ini dialamatkan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Lalu Dirjen Diktiristek Nizam, dan Rektor UNJ Komarudin.
 
Dalam petisi tersebut Space UNJ menyebut setidaknya ada lima dosen yang dilaporkan teman-temannya melakuak pelecehan seksual verbal. Termasuk salah satunya DA dosen Fakultas Teknik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setidaknya ada 10 mahasiswi yang melapor ke kami. Mereka bilang dosen DA mengirim teks bernada merayu, ngajak nikah & maksa datang ke rumahnya. Kok bisa seorang dosen kayak gitu?," tulis Space UNJ seperti dikutip Medcom.id, Jumat, 17 Desember 2021.
 
Terkait masalah ini pihak kampus memang sudah melakukan investigasi. Selain itu telah dibentuk juga Satgas Anti Kekerasan Seksual.
 
"Pihak UNJ sendiri mendalami dulu kasusnya dengan memanggil Dekan, Ketua Program Studi yang bersangkutan dan oknum dosen untuk dimintai keterangan terkait kasus yang terjadi," terang Kepala Humas UNJ Syaifudin.
 
Namun, hal ini masih dirasa kurang oleh Space UNJ. Mereka tidak puas dengan kampus yang tidak gercep mengangani masalah dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen, serta Satgas yang tidak melibatkan Space UNJ.
 
“Okelah mereka siapin Satgas, tapi mau nunggu sampai kapan? Sementara korban yang melapor ke kami terus bertambah. Dan baru kasus satu  dosen yang ditanggapi pihak kampus,” tulis
 
“Anehnya lagi, kampus gak melibatkan kami, SPACE UNJ yang dari awal dampingi korban-korban untuk melapor. Organisasi berbasis gender yang punya pengalaman menangani kasus seperti ini pun gak dilibatkan dalam Satgas,” tulisnya.
 
“Gimana kampus bisa netral kalau Satgasnya gak jelas siapa? Gimana korban bisa melapor dengan tenang kalau nanti Satgasnya gak berpihak ke korban?,” sambungnya.
 
Space UNJ juga meminta agar pihak kampus tidak sekadar memberi sanksi administratif kepada oknum dosen yang diduga melakukan pelecehan seksual. Mereka mendesak agar dosen pelaku pelecehan dipecat dari UNJ.
 
“Kampus tidak hanya menindak secara administratif tetapi juga memecat dosen pelaku pelecehan seksual dari jabatannya secara tidak hormat,” jelas petisi tersebut.
 
Lebih lanjut mereka berharap kampus segera mengimplementasikan Permendikbud PPKS Nomor 30 Tahun 2021 tentang Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi agar korban pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan kampus bisa mendapatkan haknya serta pelaku segera ditindak tegas. Kemudian menjamin dan melindungi hak serta identitas semua korban yang melapor.
 
“Menggunakan perspektif korban untuk segala pengambilan keputusan atas sanksi dan konsekuensi bagi pelaku pelecehan dan kekerasan seksual,” tulis Space UNJ.
 
Saat ini petisi tersebut sudah diteken 14 ribu orang yang mendukung. Adapun targetnya adalah 15 ribu tandatangan.
 
 
(RUL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif