Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022. DOK Kemendikbudristek
Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022. DOK Kemendikbudristek

Jelang Pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah, Peserta Dapat Pembekalan Cagar Budaya Hingga Astonomi

Renatha Swasty • 24 Mei 2022 15:48
Jakarta: Berbagai persiapan dan pembekalan materi diberikan kepada Laskar Rempah jelang Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022. Laskar Rempah adalah sebutan untuk calon peserta yang akan mengikuti kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 pada 1 Juni-2 Juli 2022. 
 
Laskar Rempah mendapatkan pembekalan materi terkait pengenalan umum jalur rempah, cagar budaya, dan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). Selain itu, juga diberikan materi pengetahuan dan informasi tentang budaya bahari, KRI Dewaruci, astronomi, praktik navigasi, basic training safety oleh TNI AL, serta hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum berlayar.
 
"Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan ragam budaya dan kearifan lokal di daerah lintasan jalur rempah dan meningkatkan jiwa maritim. Serta memberikan wawasan peserta dalam melaksanakan kegiatan pelayaran dengan KRI Dewaruci," kata Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbudristek, Restu Gunawan, dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Mei 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laskar Rempah juga mendapatkan materi terkait teknik videografi menggunakan gawai dan kamera yang diberikan oleh narasumber kompeten. Mulai dari mendokumentasikan, menyunting, hingga mempublikasikan video. 
 
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mendokumentasikan dan menyebarkan kampanye jalur rempah melalui media sosial yang dmiliki. Berbagai persiapan juga dilakukan Laskar Rempah menuju pelayaran. 
 
“Sejauh ini, kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan kurator untuk mempersiapkan penampilan yang akan kami bawakan nanti, seperti monolog, drama, atau musikalisasi,” ujar Laskar Rempah Jawa Timur, Yellin Fitri Rastrania.
 
Nantinya, peserta akan menampilkan suguhan seni pada gala dinner di titik persinggahan. Sebelum pelayaran berlangsung, peserta melakukan riset mandiri terhadap titik jalur rempah yang akan mereka kunjungi. 
 
“Saya suka dunia fotografi dan videografi, dengan riset terlebih dahulu, saya akan mengetahui hal menarik terkait budaya atau kebiasan masyarakat dari titik yang akan kami singgahi nanti sehingga saya dapat memperoleh foto dan narasi yang tepat,” kata Laskar Rempah Jambi, Oktal Uska Putra. 
 
Oktal mengatakan hasil konten yang diambil selama pelayaran akan dipublikasikan ke media sosialnya untuk bisa mempromosikan jalur rempah ke masyarakat luas. Peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah dijadwalkan berlayar mulai 1 Juni hingga 2 Juli 2022. 
 
Kota Surabaya menjadi titik awal rute pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah. Bekerja sama dengan TNI AL, pelayaran ini menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci yang membawa pemuda-pemudi pilihan dari 34 provinsi untuk napak tilas beberapa titik perdagangan rempah Nusantara, jalur budaya yang saat ini sedang diusulkan menjadi Warisan Budaya Dunia UNESCO. 
 
Tahun ini, terdapat enam titik jalur rempah telah dipilih sebagai lokus Muhibah Budaya Jalur Rempah, yaitu Surabaya, Makassar, Baubau-Buton, Ternate-Tidore, Banda, dan Kupang. Laskar Rempah Maluku, Aldi Giovano Renmaur, tak sabar segera mengikuti kegiatan ini. 
 
“Dengan berkontribusi ke dalam program jalur rempah, berlayar ataupun tidak, seluruh Laskar Rempah sudah terhubung satu dengan yang lain melalui komunikasi dan pertemuan langsung. Dari situ, kita bisa saling belajar bahwa Indonesia saling terhubung dan rempah memiliki peran penting dalam keterhubungan budaya,” kata dia. 
 
Baca: Muhibah Budaya Jalur Rempah, Susuri 6 Titik Pelayaran dengan KRI Dewaruci
 

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif