Jumpa Pers Pemilihan Calon Rektor Unair 2020-2025. Foto: Unair/Dok. Unair
Jumpa Pers Pemilihan Calon Rektor Unair 2020-2025. Foto: Unair/Dok. Unair

Pendaftaran Calon Rektor Unair Dibuka 20 Januari

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pemilihan Rektor
Intan Yunelia • 09 Januari 2020 18:52
Jakarta: Universitas Airlangga (Unair) membuka pendaftaran calon rektor pada 20 Januari 2020. Pendaftaran calon rektor berlangsung selama 10 hari dan akan ditutup pada 30 Januari 2020.
 
Ketua Panitia Seleksi Calon Rektor (PSCR) Unair, Suryanto mengatakan sosialisasi perdana Pemilihan Calon Rektor 2020-2025 Unair sudah selesai dilaksanakan pada 6 Januari 2020. Melalui seleksi terbuka ini diharapkan tersaring kandidat-kandidat berkualitas.
 
Suryanto mengakui, tidak membatasi jumlah pendaftar. Namun yang terpenting menurutnya, para calon rektor mampu menunjukkan dan memberikan kontribusi yang terbaik bagi kemajuan Universitas Airlangga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selama para calon mampu memberikan kontribusi secara baik untuk Unair. Ini yang utama," kata Suryanto dikutip dari laman Unair, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Tak hanya itu, seleksi tak menutup kesempatan bagi calon rektor asing. Asalkan memenuhi persyaratan, siapa pun bisa mendaftar menjadi calon rektor Unair.
 
"Kalau melihat aturan itu, ya calon rektor dosen, lalu dosen tetap, dan pegawai negeri sipil. Ditambah ia adalah doktor," ujar Suryanto.
 
Terkait aturan dan detail dasar pemilihan rektor, masyarakat dan sivitas akademika bisa melihat semuanya melalui laman pilrek.unair.ac.id. Termasuk mengenai tahapan-tahapan pemilihan.
 
Untuk Tahapan berikutnya, panitia menjaring para nama-nama pendaftar yang masuk. Setelahnya, nama-nama itu bakal dipilih menjadi tiga kandidat oleh Senat Akademik dan Majelis Wali Amanat (MWA) Unair.
 
”Tiga nama itu nanti yang bakal megikuti uji masyarakat kampus. Yakni, memaparkan visi dan misi,” paparnya.
 
Sementara itu, di waktu yang sama Ketua Senat Akademik Unair, Djoko Santoso berharap melalui proses pemilihan rektor ini, calon rektor Unair dapat mengedepankan pengabdian, tetap pada posisi pelayan dalam proses-proses ke depan.
 
"Diharapkan rektor 2020-2025 ini tetap pada posisi pelayan walaupun merupakan orang nomor satu di Universitas Airlangga. Karena sebagai eksekutifnya, jadi harus pada posisi pelayan yang tetap bertakwa dengan humble, menguasai manajemen secara umum dalam taraf pendidikan, penelitian, dan pengabdian," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif