Ilustrasi. Foto: ANT/Yulius Satria Wijaya
Ilustrasi. Foto: ANT/Yulius Satria Wijaya

LPAI: Kasus Kekerasan Anak Saat Demo Harus Dituntaskan

Pendidikan perlindungan anak
Intan Yunelia • 25 Oktober 2019 13:31
Jakarta: Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) meminta pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang baru saja dilantik untuk serius memperhatikan tindak kekerasan anak oleh oknum aparat. Di antaranya aksi demontrasi 22 Mei 2019 di Bawaslu dan aksi menentang pengesahan sejumlah RUU pada September 2019 lalu.
 
“Masalah anak-anak tersebut nampak buram, bahkan kian tenggelam, dibandingkan dengan peristiwa-peristiwa lain. Kita bersuka cita menyambut pemerintahan baru, termasuk pelantikan anggota kabinet baru. Tapi pada saat yang sama, LPAI bertanya, siapa hari ini yang masih ingat dan masih memandang serius dua tragedi yang LPAI sebutkan tadi?,” kata Ketua LPAI, Seto Mulyadi atau biasa dipanggil Kak Seto dalam siaran pers, Jumat, 25 Oktober 2019.
 
Masalah kekerasan pada anak salah satu aspek penting yang harus dituntaskan. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan nomor 16 mengenai penghentian segala bentuk kekerasan terhadap anak serta penghentian tindakan penganiayaan, penelantaran, dan eksploitasi anak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Target ini bahkan sudah seharusnya dikedepankan melampaui target-target lainnya yang juga berkaitan dengan penghentian kekerasan,” ujarnya.
 
LPAI menekankan, kementerian dan lembaga terkait secepatnya dan setuntas mungkin mengambil langkah mutlakuntuk memperlihatkan keberpihakan pada anak-anak tersebut. Secara khusus, desakan ini LPAI tujukan kepada Kapolri dan jajarannya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak beserta jajarannya, dan Menteri Sosial bersama jajarannya.
 
“Pemberian kompensasi bagi keluarga keempat korban kanak-kanak tersebut semestinya diprioritaskan,” paparnya.
 
LPAI tak lupa mengucapkan selamat bekerja kepada kabinet baru pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amien. Semoga fajar baru terbit bagi anak-anak Indonesia, teristimewa bagi mereka yang wafat dan teraniaya pada Mei dan September lalu.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif