Berantas Gagap Baca Sedari Dini
Perpustakaan di Taman Baca Inovator. (Foto: Instagram Taman Baca Inovator).
Jakarta: Meningkatkan minat baca bukan perkara mudah. Selain pemerintah, masyarakat dan komunitas diharap ikut berkontribusi memberantas masyarakat gagap baca.

Indonesia tergolong rendah. Dari hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) yang digagas the Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), literasi anak Indonesia berada di posisi 61 dari 69 negara yang disurvei.


Ada beberapa faktor yang dianggap menyurutkan minat baca anak. Di antaranya, minimnya akses untuk materi bacaan yang baik dan bermutu, banyak sekolah yang belum optimal dalam menumbuhkan kebiasaan membaca bagi para siswanya, minimnya variasi buku-buku perpustakaan di sekolah serta kondisi perpustakaan yang kurang memadai.

Yayasan Taman Baca Inovator menjadi salah satu komunitas yang memperjuangkan peningkatan literasi baca anak. Bagi mereka, menanamkan kebiasaan baca harus dilakukan sedari dini.

"Anak-anak menjadi segmentasi dari Taman Baca Inovator sebab kami ingin menanamkan kebiasaan membaca sedari dini khususnya untuk anak-anak di wilayah marginal," kata Ketua Yayasan Taman Baca Inovator Yessi Chandra saat berbincang dengan Medcom.id.

Pembaca Taman Baca Inovator adalah anak-anak dengan usia 4-12 tahun. Anak usia dini jadi segmentasi mereka karena mudah untuk membentuk karakternya.

"Diharapkan dapat membentuk karakter anak yang gemar membaca," tutur dia.

Namun demikian, Taman Baca Inovator tak hanya menyediakan buku bagi anak-anak. Ada juga buku-buku umum seperti resep memasak ataupun tutorial hijab bagi orang tua. Sebab seringkali orang tua yang mengantarkan anaknya ke Taman Baca Inovator juga ikut melihat dan membaca bila menemukan buku yang menarik.

Koleksi di Taman Baca Inovator merupakan buku baru dan buku bekas layak baca. Kegiatan mereka berupa membaca bersama dan bercerita, hari penuh kreativitas, kegiatan kerelawanan, kampanye membaca, dan anak inovator.

Sejak 4 tahun berdiri, Taman Baca Inovator kini telah tersebar di 23 titik seperti di Jabodetabek, Bandung Barat, Jawa Timur, Maluku Tenggara Barat, Kalimantan, Tapanuli Utara, Palembang hingga Sulawesi. Daerah-daerah itu dipilih lantaran mendesaknya kebutuhan perpustakaan bagi anak.



(HUS)