Kardinal Ignatius Suharyo saat memimpin misa Kamis Putih di Unika Atma Jaya. Foto: Dok Unika Atma Jaya
Kardinal Ignatius Suharyo saat memimpin misa Kamis Putih di Unika Atma Jaya. Foto: Dok Unika Atma Jaya

Pesan Kardinal Suharyo di Misa Kamis Putih Unika Atma Jaya, Mengasihi Sampai Tuntas

Pendidikan hari raya paskah Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo Unika Atma Jaya Paskah
Citra Larasati • 15 April 2022 12:53
Jakarta:  Uskup Keuskupan Agung Jakarta sekaligus Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Kardinal Ignatius Suharyo memimpin misa Kamis Putih di Kapel St. Albertus Magnus, Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Kamis, 14 April 2022.  Misa Kamis Putih ini dilaksanakan secara hybrid yang dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 
 
Dalam homilinya, Kardinal Suharyo menegaskan bahwa hidup berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah yang menjadi pesan terpenting pada perayaan Kamis Putih tahun ini.  
 
“Perayaan Ekaristi Kamis Putih merupakan hari peninggalan pesan oleh Tuhan, yang tulus memberikan teladan kepada para umat agar saling melayani dalam membasuh kaki para murid-Nya. Sang Juru Selamat telah mempersatukan seluruh umat melalui pengorbanan-Nya,” ungkap Suharyo yang juga sebagai Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam misa Kamis Putih di Unika Atma Jaya, Kardinal Suharyo juga membasuh kaki umat, salah satunya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unika Atma Jaya, Agustinus Prajaka Wahyu Baskara. Kisah pembasuhan kaki ini, Kardinal Suharyo ingin menunjukkan bahwa Yesus mencintai para murid-Nya secara penuh dan melayani secara tuntas. 
 
Rektor Unika Atma Jaya, Prasetyantoko mengatakan, pesan Paskah 2022 yang tidak terpisahkan oleh kasih Allah membawa Unika Atma Jaya untuk terus meneruskan semangat kepedulian bagi sesama di tengah pemulihan pasca-pandemi saat ini. 
 
Baca juga:  PGI: Jadikan Momen Ramadan dan Paskah Memupuk Toleransi
 
“Pemulihan dari pendemi membentuk formasi huruf K (K-shaped recovery), atau yang kaya makin kaya dan yang miskin semakin miskin. Maka pandemi juga menuntut sikap dan semangat kepedulian yang lebih tinggi dari berbagai pihak, khususnya perguruan tinggi,” kata Prasetyantoko. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif