Ilustrasi kuliah. Medcom.id
Ilustrasi kuliah. Medcom.id

Mengulik Jurusan Astronomi, Benarkah Mempelajari Luar Angkasa?

Pendidikan pendidikan Luar Angkasa jurusan kuliah
Medcom • 27 April 2022 20:13
Jakarta: Bagi Sobat Medcom yang tertarik dengan luar angkasa, menempuh studi jurusan Astronomi bisa menjadi pilihan terbaik. Sebab, jurusan ini bakal mempelajari segala fenomena yang terjadi di cakrawala, seperti red moon, blue moon, supermoon, komet, dan jajaran rasi bintang.
 
Meski masih terdengar asing, jurusan ini memiliki prospek kerja yang tak kalah menjanjikan dibandingkan dengan jurusan lain. Untuk mengupasnya lebih lanjut, simak pembahasan mengenai jurusan Astronomi berikut yang dikutip dari Ruangguru:

Sekilas tentang jurusan Astronomi

Astronomi merupakan jurusan yang mempelajari ilmu fisika, biologi, kimia, dan evolusi terkait benda-benda luar angkasa. Lebih tepatnya, jurusan ini mendalami struktur dan evolusi alam semesta dengan menerapkan ilmu fisika terhadap objek di langit.
 
Karena erat kaitannya dengan hitung-menghitung, calon mahasiswa perlu memiliki kemampuan analisis dan pemahaman matematika serta fisika yang baik. Selain itu, juga dibutuhkan ketelitian, ketekunan, dan kemampuan observasi yang mumpuni.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terdengar cukup rumit, bukan? Untuk itu, pastikan Sobat Medcom tidak memilih jurusan Astronomi hanya karena sekadar mengagumi alam semesta. Modal untuk berkuliah di jurusan ini mesti didasari rasa keingintahuan dan kemauan belajar yang tinggi.
 
Jika tidak memiliki kedua motif tersebut, tak menutup kemungkinan perkuliahan terasa semakin berat. Bisa saja Sobat Medcom merasa terbebani dengan tugas dan mata kuliah yang sedang dipelajari.

Mata kuliah jurusan Astronomi

Berbicara tentang mata kuliah, jurusan Astronomi tak terlepas dari ilmu Kimia, Fisika, dan Matematika. Ketiganya diperlukan untuk memahami fenomena alam dalam rentang waktu yang ekstrem. Seperti, ketika menguak pembentukan unsur helium dari hidrogen melalui reaksi fusi pada inti matahari.
 
Beberapa mata kuliah yang dipelajari, yakni Pengantar Rekayasa dan Desain, Pengantar Keilmuan MIPA, Pengenalan Teknologi Informasi, Mekanika, Astrofisika, Statistika dalam Astronomi, Fisika Galaksi, Astronomi Posisi, Mekanika Benda Langit, Metode Matematika dan Astronomi, Astronomi Komputasi, Fisika Termal, Tata Surya, Proses Astrofisika, Gelombang 18 Fisika Galaksi, serta Fisika Bintang.
 
Ilmu Astronomi sejatinya terbagi lagi dalam cabang-cabang ilmu khusus yang lebih spesifik, seperti Astronomi Praktis, Astrometri, Astrofisika, Kosmologi, Astronomi Deskriptif, hingga Astronomi Stellar. Untuk itu, pada tahun kedua, mahasiswa akan diminta memilih peminatan agar bidang keahlian yang dipelajari lebih terfokus.
 
Adapun bidang keahlian yang umumnya tersedia ialah Fisika Bintang, Tata Surya Galaksi, dan Kosmologi.

Kampus yang membuka jurusan Astronomi

Astronomi merupakan jurusan yang kurang familiar di Indonesia. Jurusan ini bahkan hanya dimiliki Institut Teknologi Bandung (ITB), lebih tepatnya berada di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
 
Karena menjadi satu-satunya tempat menimba ilmu Astronomi di Asia Tenggara, tentu persaingan untuk masuk ke jurusan ini cukup ketat. Setiap tahunnya, hanya ada 30 mahasiswa yang diterima di jurusan Astronomi ITB.
 
Selain universitas dalam negeri, ilmu Astronomi juga bisa dipelajari di kampus internasional. Beberapa kampus dunia yang menyediakan jurusan Astronomi ialah:
  1. Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat
  2. Universitas Harvard, Amerika Serikat
  3. Stanford University, Amerika Serikat
  4. Universitas Oxford, Inggris
  5. Universitas Cambridge, Inggris
  6. California Institute of Technology, Amerika Serikat
  7. Universitas Princeton, Amerika Serikat

Prospek kerja lulusan Astronomi

Berdasarkan data sensus Wall Street Journal, Astronomi merupakan salah satu program studi yang memiliki tingkat pengangguran nol persen. Artinya, hampir semua lulusan jurusan ini terserap di dunia kerja.
 
Beberapa peluang karier yang bisa digeluti lulusan Astronomi antara lain astronot, astronom, dosen, bekerja di lembaga penelitian atau pemerintahan, serta komunikator sains.
 
Gaji yang ditawarkan pun cukup beragam, yakni berkisar antara Rp4 juta hingga Rp90 juta, tergantung pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki masing-masing individu. (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Surya Satellite-1 Siap Mengorbit di 2022
 
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif