Dirjen Vokasi PK Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Dirjen Vokasi PK Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Bukan Sekadar Renovasi, Revitalisasi SMK Serap Puluhan Tenaga Kerja di Tiap Sekolah

Ilham Pratama Putra • 12 Mei 2026 15:23
Ringkasnya gini..
  • Revitalisasi SMK dinilai tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi.
  • Revitalisasi SMK menggerakkan ekonomi daerah melalui penyerapan tenaga kerja loka
  • Satu proyek revitalisasi sekolah dapat melibatkan 22 hingga 34 pekerja lokal dengan material pembangunan yang dibeli dari wilayah sekitar.
Jakarta: Program revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang digencarkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan dampak luas. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi, program tersebut juga dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja di daerah.
 
Direktur Jenderal Vokasi dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan revitalisasi SMK kini tidak hanya berorientasi pada perbaikan bangunan sekolah. Pemerintah juga berupaya membangun sistem pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri dan pasar kerja.
 
“Revitalisasi pendidikan vokasi tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik. Yang paling penting adalah bagaimana membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan lulusan adaptif dan multitasking,” ujar Tatang dalam bincang media di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa 12 Mei 2026.
 
Baca juga: Penampakan Toilet SMPN 1 Jetis Usai Revitalisasi, dari Rusak Menjadi Layak

Tatang menjelaskan, keterbatasan ruang praktik masih menjadi persoalan utama di banyak SMK. Padahal, model pembelajaran vokasi sangat menitikberatkan pada praktik langsung dan project-based learning.

Dia menyebut sekitar 60 persen SMK di Indonesia sebelumnya mengalami kekurangan ruang praktik. Akibatnya, banyak sekolah harus menerapkan pembagian jam belajar hingga sore hari karena keterbatasan ruang kelas dan fasilitas praktik.
 
“Di sejumlah daerah, satu SMK negeri bisa menampung 2.000 hingga 3.000 siswa. Karena fasilitas terbatas, kegiatan belajar terpaksa dibagi sampai sore,” jelasnya.
 
Karena itu, pemerintah memfokuskan revitalisasi tahun ini pada pembangunan ruang praktik baru agar proses belajar lebih optimal. Pembelajaran di SMK diharapkan tidak lagi hanya berorientasi pada teori, tetapi menghasilkan karya atau produk nyata yang dapat dikembangkan.
 
“Yang dipelajari siswa tidak berhenti di teori, tetapi menjadi produk nyata yang bisa dievaluasi dan terus diperbaiki,” kata dia.
 
Selain berdampak pada kualitas pendidikan, revitalisasi sekolah juga disebut memberikan efek ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. 
 
Baca juga: 500 Ribu Orang Dapat Kerja Gara-gara Ada Revitalisasi Sekolah

Pembangunan sekolah yang dilakukan melalui pola swakelola ini melibatkan pekerja lokal. Sehingga, setiap pekerjaan renovasi sekolah mampu menyerap tenaga kerja. 
 
“Dalam satu proyek sekolah saja, tenaga kerja yang dilibatkan bisa mencapai 22 sampai 34 orang. Jadi dampak ekonominya langsung terasa di daerah,” ujarnya.
 
Tak hanya menyerap tenaga kerja, material pembangunan juga dibeli dari wilayah sekitar sekolah. Sehingga hal itu dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.
 
Saat ini pemerintah memprioritaskan revitalisasi sekolah di wilayah tertinggal, terluar, dan terdampak bencana. Sebab, masih banyak sekolah dengan kondisi rusak berat yang dinilai mengganggu kualitas proses belajar mengajar.
 
“Kami berharap tidak ada lagi sekolah rusak berat yang viral di media sosial. Jangan sampai ada sekolah dengan kondisi tidak layak untuk kegiatan belajar,” tegas Tatang.
 
Meski menghadapi sejumlah kendala seperti akses menuju daerah terpencil, persoalan administrasi lahan, hingga dampak pascapandemi Covid-19, pemerintah memastikan program revitalisasi terus dipercepat Kemendikdasmen menargetkan sebagian besar proyek revitalisasi sekolah rampung pada Juli 2026. 
 
"Pemerintah juga tengah mengupayakan tambahan anggaran agar program tersebut bisa menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai daerah," pungkasnya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA