Rektor UMS, Harun Joko Prayitno, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir. Dia mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Jadi UMS sebagai kesempatan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari.
“Setiap orang memiliki waktu yang sama, yakni 168 jam dalam sepekan. Karena itu, momentum tabligh akbar ini menjadi kesempatan untuk meluangkan waktu bagi penguatan rohani dan menambah pemahaman keagamaan,” ujar Harun dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Oktober 2026.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengenal dan mempercayakan pendidikan generasi muda kepada UMS. Dia menyebut kampus terus mengembangkan kualitas pendidikan serta memperluas kontribusinya bagi masyarakat.
Ketua Panitia Hari Jadi ke-68 UMS, Mochamad Solikin, menyebut tabligh akbar ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-68 UMS yang mengusung semangat bersinergi, berdampak, dan berkelanjutan. UMS terus memperkuat komitmen dalam membangun generasi berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Dukungan ini tidak hanya datang dari sivitas akademika, tetapi juga orang tua mahasiswa, masyarakat sekitar, serta pelaku usaha yang turut mendukung kehidupan mahasiswa selama menempuh pendidikan,” ujar dia.
Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 UMS. DOK UMS
Ia berharap UMS dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, baik di lingkungan terdekat maupun lebih luas. Semangat keberlanjutan juga menjadi perhatian agar UMS terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi umat serta bangsa.
Solikin mengajak peserta untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, termasuk masyarakat yang sedang mengalami musibah. Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa penguatan nilai keagamaan perlu berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.
Tabligh akbar menghadirkan Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, M.Si., di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Minggu, 18 Oktober 2026. Ribuan peserta dari berbagai daerah hadir dalam acara itu.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran jemaah sejak pagi hari. Salah satunya Eni Setyawati dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Boyolali.
“Alhamdulillah, bagus sekali, luar biasa, dan semuanya antusias untuk mendengarkan. Tak terasa waktu satu jam itu ibaratnya hanya lima menit,” ujar dia.
Eni berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus diselenggarakan UMS untuk membantu membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki pemahaman agama dan akhlak yang baik. Ia juga mengapresiasi kesempatan bertemu dengan jemaah dari berbagai daerah yang memiliki semangat dan visi serupa.