“Program ini dirancang sebagai inovasi pendidikan lintas disiplin yang memadukan teknologi canggih dengan sisi kemanusiaan,” ujar Wakil Dekan Sumber Daya SPITM ITB, Dr. Eng. Ir. Mirzam Abdurrachman, dikutip dari laman resmi ITB, Kamis, 16 April 2026.
Menurut Mirzam, kurikulum ini tidak hanya fokus pada kecanggihan mesin, tetapi juga melatih mahasiswa agar memiliki kesadaran situasional yang tajam. Harapannya, para lulusan mampu mengambil keputusan yang bijaksana serta menciptakan solusi yang pas untuk menyelesaikan berbagai masalah rumit di tengah masyarakat.
Menariknya, program ini tidak berdiri sendiri di bawah satu departemen, melainkan hasil "keroyokan" atau sinergi dari berbagai fakultas dan sekolah bergengsi di ITB, di antaranya:
- Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
- Fakultas Teknologi Industri (FTI)
- Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
- Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
- Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
- Fakultas Teknologi Mesin dan Dirgantara (FTMD)
- Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
Selain itu, program S2 ini menawarkan beban studi antara 42 hingga 48 SKS yang bisa diselesaikan dalam waktu 1,5 hingga 2 tahun saja. Menariknya lagi, terdapat dua pilihan jalur yang bisa diambil sesuai kebutuhan, yaitu jalur perkuliahan (by course) atau jalur fokus pada penelitian (by research).
Pendaftaran kini telah dibuka untuk berbagai kalangan, mulai dari profesional, ASN/praktisi pemerintahan, hingga lulusan baru S1 dari bidang teknik, sains, maupun manajemen.
Proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring melalui laman resmi admission.itb.ac.id. Para pelamar nantinya akan melewati beberapa fase seleksi, mulai dari pemeriksaan berkas administrasi, tes substansi, hingga pemenuhan syarat kemampuan akademik dan bahasa Inggris. Jika dinyatakan memenuhi standar, pelamar akan mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) resmi dari ITB.
Jadi, siapkah Sobat Medcom menjadi bagian dari pionir teknologi masa depan Indonesia di Magister Kecerdasan Sistem ITB? (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News