Oleh karena itu, sangat penting umat Islam kita untuk menjaga kualitas ibadah ini dengan mengikuti tata cara yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini dilakukan agar setiap gerakan dan bacaan yang dilakukan selaras dengan tuntunan syariat demi meraih kesempurnaan ibadah.
Hukumnya yang sunnah muakkadah menjadikan salat ini sebagai kesempatan emas untuk meraih pahala di Hari Raya. Sejak ribuan tahun lalu, umat Muslim tidak pernah absen dalam merayakan kebersamaan melalui ibadah satu ini.
Mengingat salat ied hanya dilakukan satu tahun sekali, terkadang segelintir orang lupa akan detail-detail kecil seperti jumlah takbir di tiap rakaat. Meluangkan waktu sejenak untuk membaca panduannya akan memastikan gerakan salat yang dilakukan tetap tertib dan sesuai aturan.
Dengan begitu, umat Islam diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar hari raya Idulfitri terasa lebih bermakna dan penuh keberkahan. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan salat Idulfitri, yuk simak terlebih dahulu kapan salat Idulfitri pertama kali dilakukan Rasulullah SAW dan jumlah rakaatnya.
Sejarah Pertama Kali Salat Idulfitri
Mengutip laman zakat.or.id, merunut sejarah Islam, Idulfitri pertama kali dirayakan pada tahun 624 Masehi atau 2 Hijriah. Momen ini menjadi hadiah istimewa bagi umat Islam setelah meraih kemenangan telak dalam Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadan.Diriwayatkan dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW merayakan momen pertama tersebut dalam kondisi lelah pascaperang, bahkan beliau sempat bersandar pada pundak Bilal bin Rabah sebelum memulai khutbahnya. Beliau berpesan bahwa Idulfitri adalah simbol kemenangan setelah sebulan penuh melawan hawa nafsu, yang beliau sebut sebagai perang yang lebih besar dibandingkan perjuangan fisik di medan tempur.
Ketentuan Jumlah Rakaat Salat Idulfitri
Berdasarkan tuntunan syariat, salat Idulfitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat secara sempurna tanpa qashar. Hal ini ditegaskan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab Juz V, hal. 18 yang mengutip perkataan Sayyidina Umar RA bahwa salat Idulfitri dua rakaat adalah ketetapan langsung melalui lisan Nabi Muhammad SAW.Berbeda dengan salat Jumat, pada hari raya Idulfitri, rangkaian ibadah dimulai dengan salat berjamaah terlebih dahulu, baru kemudian dilanjutkan dengan penyampaian khutbah oleh khatib di hadapan jemaah.
Tata Cara Salat Idulfitri
Melansir laman NU Online, berikut tata cara pelaksanaan salat Idulfitri yang dapat dilakukan oleh umat Islam:1. Niat Salat Idulfitri
Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Bagi Sobat Medcom yang ingin melafalkannya terlebih dahulu, berikut bacaannya:أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak’ataini ma’muman (jika jadi imam pakai “imaman”) lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat shalat sunah Idulfitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
2. Takbir 7 Kali di Rakaat Pertama
Setelah doa iftitah, disunnahkan takbir sebanyak tujuh kali. Di sela-sela takbir, bacalah kalimat tasbih berikut:اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allâhu akbar kabiran, wal hamdulillahi katsiran, wa subhanallahi bukratan wa ashila.
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Atau bisa juga membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallahi wal hamdulillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”
Membaca Surah
Setelah takbir ketujuh, jemaah membaca Surah Al-Fatihah. Disunnahkan melanjutkannya dengan membaca Surah Al-A’la, kemudian dilanjutkan dengan ruku dan sujud seperti salat biasa hingga berdiri lagi.
3. Takbir 5 Kali di Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua, setelah takbir berdiri (takbir intiqal), disunnahkan takbir sebanyak lima kali. Setelah itu, baca Surah Al-Fatihah dan dianjurkan membaca Surah Al-Ghasyiyah, lalu lanjut hingga salam.4. Mendengarkan Khutbah
Selesai salam, jemaah sangat dianjurkan untuk tetap duduk tenang guna mendengarkan khutbah Idulfitri yang disampaikan oleh khatib sebelum meninggalkan tempat salat.Demikian panduan lengkap tata cara, niat, hingga sejarah pelaksanaan salat Idulfitri yang perlu Sobat Medcom ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat sebagai bekal persiapan ibadah di pagi hari raya nanti. Selamat merayakan Idulfitri 1447 H! (Talitha Islamey)
| Baca juga: Panduan Mandi Sunnah Idulfitri dari Niat dan Tata Caranya |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News