Plt. Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Nizam. Foto: Zoom
Plt. Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Nizam. Foto: Zoom

Prodi Masih Minim, MBKM Diyakini Bakal Dongkrak Jumlah SDM Bidang AI

Ilham Pratama Putra • 10 November 2021 12:43
Jakarta:  Jumlah program studi di bidang Artificial Intelligence di Indonesia masih minim di Indonesia, yang membuat SDM lulusan di bidang tersebut sangat sedikit.  Untuk itulah, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) digadang-gadang dapat mendongkrak jumlah lulusan tersebut.
 
Pasalnya, lulusan perguruan tinggi dengan kemampuan teknologi yang baik akan sangat dibutuhkan dunia kerja di masa depan. Kemampuan bidang artificial intelligence (AI), machine learning, programming misalnya, akan sangat dicari oleh dunia industri.
 
Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Kemendikbudristek, Nizam mengatakan, keberadaan program studi terkait hal itu masih sangat minim. Dengan begitu, lulusan yang dihasilkan pun akan sangat sedikit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita baru buka prodi AI misalnya hari ini. Bisa dibayangkan empat tahun yang akan datang mungkin kita baru meluluskan 40 sampai 50 angkatan pertama," kata Nizam dalam webinar Menciptakkan Insan Indonesia Unggul Setahun Implementasi MBKM, Rabu 10 November 2021.
 
Sementara, kata Nizam, kebutuhan SDM di bidang AI secara global bisa mencapai 600 ribu sampai satu juta setiap tahunnya. Melihat peluang besar dari kebutuhan itu, Nizam mengatakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dapat menjadi solusi.
 
"Dengan kampus merdeka, kita akan bajak, kita shortcut, mahasiswa dari prodi manapun selama satu semester full bisa belajar AI, machine learning, programming," tutur dia.
 
Baca juga:  Dosen dan Mahasiswa UKDW Terpilih Jadi Trainer Pelatihan AI
 
Pemberian kompetensi itu bukan sekadar pengetahuan. Namun juga membentuk kompetensinya.  Nizam mengatakan, hal tersebut telah dicicil lewat salah satu program turunan MBKM yakni Bangkit.
 
Di mana pihaknya bekerja sama dengan Google untuk melatih 3.000 mahasiswa.  "Adik-adik ini membuat project base secara kolaboratif antarperguruan tinggi antarprodi. Saya lihat project mereka luar biasa sekali. Jadi dengan begitu, dalam satu tahun, kita bisa menghasilan lebih dari 30 ribu ahli di bidang-bidang teknologi tersebut," tutupnya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif