Mensos Tri Rismaharini saat mengunjungi ITS, Senin, 9 Agustus 2021. Foto: ITS/Humas.
Mensos Tri Rismaharini saat mengunjungi ITS, Senin, 9 Agustus 2021. Foto: ITS/Humas.

Risma Ajak ITS Ambil Bagian Membangun Transportasi di Papua

Arga sumantri • 11 Agustus 2021 15:08
Surabaya: Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengajak Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk ikut serta dalam upaya membangun transportasi di wilayah Papua. Risma mengatakan masyarakat Papua ingin agar ada bantuan alat transportasi sungai dan darat yang memadai, guna mempermudah mobilitas.
 
"Dari sana ada banyak hal yang harus diperbaiki dan dikaji ulang untuk menanggulanginya," ucap Risma mengutip siaran pers ITS, Rabu, 11 Agustus 2021.
 
Risma percaya sebagai kampus yang berbasis teknologi ITS pasti bisa menanggulangi permasalahan tersebut. Sebab, berdasarkan pengalaman yang ada, kata dia, ITS merupakan kampus yang sudah seringkali menyumbang inovasi teknologi industri dan perteknikan, khususnya di bidang maritim.

"Saya sangat mempercayai ITS dalam menyusun rencana pembangunan di bidang maritim, terlebih yang ditargetkan adalah kapal tanpa awak," ungkapnya.
 
Baca: Lepas Mahasiswa Peserta IISMA 2021, Ini Pesan Rektor Unpad
 
Risma mengatakan, ITS akan berkolaborasi dengan Universitas Cendrawasih (Uncen) Papua. Risma mengatakan, masyarakat Papua sudah mahir membuat kapal. Sehingga, kolaborasi dua universitas tersebut akan menghasilkan kapal yang handal dan bisa menjadi andalan transportasi masyarakat Papua. 
 
"Nantinya Uncen akan menyiapkan sumber daya, baik bahan maupun tenaga. Sementara ITS akan menyiapkan tenaga ahli perkapalan untuk bertukar pikiran dalam penyiapan kapal untuk masyarakat," jelas mantan Wali Kota Surabaya itu.
 
Risma menambahkan, rencana Kementerian Sosial (Kemensos) tidak hanya akan menyiapkan angkutan air, tapi juga darat berupa sepeda motor listrik yang sudah dibuat oleh ITS yakni GESITS. Bahkan, nantinya tidak hanya sepeda motor, ITS juga akan membuatkan stasiun pengisian bahan bakar dengan menggunakan teknologi solar cell.
 
Risma berharap hasil kolaborasi tersebut bisa dituntaskan dalam waktu singkat, sehingga di tanggal 17 Agustus nanti bisa segera diluncurkan. Nantinya, program kerja di antara Kemensos, ITS dan Uncen tidak berhenti pada pembuatan kapal saja, namun juga akan disertai pelatihan bagi masyarakat agar juga makin mahir membuat kapal untuk angkutan sungai.
 
Baca: 3 Selter UGM Ditetapkan Menjadi RS Darurat Penanganan Covid-19
 
"Saya percaya ITS bisa melakukan inovasi ini dengan cepat, saya ingin hasil karya bersama ini dipamerkan secara resmi di Hari Kemerdekaan RI mendatang," ungkapnya.
 
Wakil Rektor IV Bidang Inovasi, Kerjasama dan Kealumnian ITS Bambang Pramujati menyambut baik keinginan Mensos tersebut. Ia menyampaikan bahwa ITS bersama Uncen siap untuk bekerja sama dalam pembuatan kapal dan pengadaan motor GESITS.
 
Bambang menambahkan bahwa nantinya kapal yang dirancang tersebut lebih dioptimalkan untuk angkutan barang, sehingga distribusi barang ke masyarakat bisa lebih cepat dan efisien. Berkaitan dengan GESITS, ITS juga siap untuk menyiapkan sepeda motor listrik yang sudah dimodifikasi untuk transportasi darat yang medannya memang berat.
 
"Dari permulaan ini, ITS sudah siap berkomitmen dan Insyaallah bisa seperti yang diinginkan Bu Mensos (Tri Rismaharini, red),di mana kapal bisa tuntas pada tanggal 17 Agustus mendatang,” tandas dosen Teknik Mesin ITS ini optimistis.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA