Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Arief S. Kartasasmita mengatakan bahwa Unpad memandang hybrid secara multidimensional. Bukan hanya memindahkan aktivitas dari luring menjadi daring.
Ia mengatakan, di dalam pembelajaran hybrid, ada penggabungan nilai yang dimiliki Unpad dan konten pembelajaran. Diharapkan, model hybrid ini merupakan satu gabungan dari berbagai macam sisi yang akan memberikan keuntungan pada mahasiswa.
"Hybrid ini menggabungkan bagaimana value dan konten skill, itu bergabung menjadi satu kemasan. Sehingga mahasiswa dalam sekali jalan akan mendapatkan berbagai macam dimensi untuk mereka lulus," ujar Arief mengutip siaran pers Unpad, Senin, 4 Oktober 2021.
Baca: Unpad Berencana Patenkan Model Kuliah Hybrid
Arief menjelaskan, nantinya mahasiswa dapat memilih sendiri apa yang diinginkan dalam proses belajarnya. Hal ini dinilai sesuai dengan semangat Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Pembelajaran pun bukan hanya akan dikontrol oleh Unpad, tetapi juga dengan mitra, termasuk industri.
"Saya selalu mengistilahkan sebagai campus without wall. Jadi mahasiswa bisa kuliah di mana saja, apa pun yang mereka inginkan, dan sifatnya adalah tidak terstruktur semuanya sehingga dapat memberikan kebebasan untuk kita mencari apa yang kita perlukan di masa yang akan datang," kata Arief.
Berbagai persiapan pun telah dilakukan Unpad untuk mewujudkan hybrid university. Termasuk, dari sisi infrastruktur dan sumber daya manusia. "Yang sekarang kita siapkan kita secara terus menerus memperbaiki kurikulum hybrid university," ungkapnya.
Arief mengatakan bahwa keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran hybrid tidak hanya ditentukan oleh Unpad, melainkan juga dari peran mahasiswa. Jajaran kampus dan mahasiswa harus sama-sama berusaha.
"Mudah-mudahanan cita-cita kita semua dalam hal menciptakan manusia generasi unggul ini akan segera tercapai," ucap Arief.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News