Wakil Ketua LTMPT, Joni Hermana, Medcom.id/Citra Larasati.
Wakil Ketua LTMPT, Joni Hermana, Medcom.id/Citra Larasati.

Suasana Pengumuman SBMPTN Diperkirakan Tak Seheboh Biasanya

Pendidikan SNMPTN/SBMPTN 2019 SBMPTN 2019
Muhammad Syahrul Ramadhan • 08 Juli 2019 18:31
Jakarta: Hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) diumumkan besok, Selasa 9 Juli 2019. Suasana pengumuman SBMPTN diprediksi tidak seheboh sebelumnya.
 
Pasalnya peserta SBMPTN tahun ini lebih mudah memperkirakan lolos atau tidaknya di program studi (prodi) PTN pilihan. "Sehingga mereka lebih sadar diri. Sebelumnya mereka tidak tahu berapa nilai tes-nya ujarnya, sekarang semua peserta sudah tahu nilainya. Saat memilih mereka juga lebih hati-hati," kata Wakil Ketua LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi), Joni Hermana, kepada Medcom.id, di Jakarta, Senin 8 Juli 2019.
 
Hanya saja, lanjut Joni, sistem baru yang baru pertama kali dijalankan ini belum memiliki benchmark passing grade untuk masing-masing prodi, yang dapat digunakan sebagai pegangan peserta. Ia memprediksi pengumuman SBMPTN besok akan diwarnai juga oleh siswa peserta yang menyesal karena kurang percaya diri memilih prodi tertentu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Misalnya ada anak yang nilainya cukup baik, tetapi tidak berani melamar ke Kedokteran UI karena takut tidak diterima sehingga memilih prodi Kedokteran di PTN lain yang diperkirakan lebih rendah nilai masuknya. Ketika diumumkan, dia menyesal karena seharusnya dengan nilai tersebut dia bisa diterima di Kedokteran UI," imbuhnya.
 
Baca:12 Laman Alternatif Pengumuman SBMPTN
 
Selain itu mayoritas PTN yang tergabung dalam SBMPTN ini melaksanakan seleksi sepenuhnya menggunakan nilai UTBK murni. Tetapi ada sebagian PTN luar Jawa yang menambah “kriteria lain” yang ditetapkan para Rektornya untuk proses seleksi. Namun, sebagian besar PTN tersebut hanya memberlakukannya pada program studi tertentu.
 
"Karenanya beberapa siswa mungkin akan kecewa karena tidak diterima walaupun nilai UTBK-nya sedikit lebih tinggi dari passing grade-nya," terangnya.
 
Ia menjelaskan, hal tersebut terjadi karenaadanya kriteria “kewilayahan” dari asal siswa. Tujuannya agar terjadi keadilan dan pemerataan. "Ketentuan yang ditetapkan masing-masing Rektor PTN terkait ini sesuai dengan peraturan yang berlaku dan telah diumumkan sebelumnya dalam laman resmi LTMPT maupun dalam permenristekdikti," jelasnya.
 
Ia juga mengimbau agar peserta yang tidak diterima untuk tak khawatir, karena masih ada kesempatan di jalur mandiri. Mengingat, SNMPTN dan SBMPTN hanya menerima maksimal 70% dari kursi yang tersedia. Sehingga masih ada 30% kuota yang tersisa di jalur Mandiri.
 
"Jatah sekitar 30% untuk dicoba masuk oleh siswa yang belum diterima. Bahkan ITB (Institut Teknologi Bandung) pun ada jalur mandiri ini," ujarnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif