Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbud, Wikan Sakarinto. Foto: Webex
Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbud, Wikan Sakarinto. Foto: Webex

Kurikulum Pendidikan Vokasi Harus Diracik Bersama Industri

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pendidikan Vokasi
Ilham Pratama Putra • 19 Mei 2020 13:30
Jakarta: Dirjen Pendidikan Vokasi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto menyebut pendidikan vokasi harus benar-benar 'menikah' dengan industri. Pendidikan vokasi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan industri.
 
"Pernikahan ini agar ada link and match antara apa yang dihasilkan di pendidikan vokasi memenuhi kebutuhan industri," ujar Wikan dalam saat Peluncuran Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) 2020, Selasa 19 Mei 2020.
 
Untuk itu, menurutnya harus ada kolaborasi yang solid antara SMK, Politeknik dengan industri dalam membuat kurikulum pendidikan vokasi. SMK maupun Politeknik baiknya menyusun bahan ajar bersama industri, agar lulusan siap dan dapat langsung bekerja di industri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada komunikasi, misal industri minta dibuatkan pecel sama vokasi. Kita siapkan bahannya bersama, biar nanti industri tidak komplain. Kalau perlu pecelnya bisa istimewa, visioner bisa digunakan hingga 10 tahun ke depan," lanjut dia.
 
Baca juga:Pendaftaran SBMPN 2020 Dibuka Hari Ini
 
Pembentukan pelajar vokasi harus terus mendapat pengawasan dan evaluasi. Untuk itu program magang juga diperlukan sebagai pemantauan awal terhadap hasil pendidikan vokasi yang telah dibangun.
 
"Dari magang sudah mulai bisa dicicipi. Apakah pas atau ada yang kurang. Magang ini kan juga harus didesain bersama sebagai bagian dari 'pernikahan' itu," ungkap Wikan.
 
Akan lebih baik, nantinya satuan pendidikan vokasi dan industri bisa memberikan beasiswa dari awal pendidikan tersebut. Hingga memberikan sertifikat kompetensi industri.
 
"Dengan begitu tak ada yang dirugikan. Lulusan vokasi langsung terserap di industri. Kalau perlu ada kerja sama juga agar industri mendukung alat dan pihak industri juga mengajar di kampus atau SMK," pungkas Wikan.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif