Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Mengenal Herbarium, Penyelamat Informasi Botani Indonesia

Arga sumantri • 04 Mei 2020 12:59
Bandung: Indonesia dikenal sebagai salah satu pusat biodiversitas di dunia. Namun, hanya sebagian kecil spesimen tumbuhan yang sudah dikoleksi dalam bentuk spesimen herbarium. 
 
"Padahal, herbarium ini dapat berfungsi sebagai penyedia informasi keanekaragaman hayati di Indonesia," kata Kurator Herbarium Bandungense Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) Arifin Surya Dwipa Irsyam dalam seminar berbasis web Departemen Biologi Universitas Padjajaran, Sabtu, 2 Mei 2020. 
 
Arifin menjelaskan, fungsi utama herbarium yakni untuk media penelitian dan pendidikan. Selain itu, herbarium juga bisa memberikan informasi botani yang detail kepada masyarakat umum.

Berdasarkan Indeks Herbariorum Indonesianum Pusat Penelitian Biologi LIPI pada 2016, saat ini terdapat 30 lembaga herbarium yang sudah terindeks nasional. Sebagian besar terdapat pada beberapa perguruan tinggi, salah satunya adalah Herbarium Bandungense di SITH ITB.
 
Arifin mengungkapkan Herbarium Bandungense merupakan herbarium tertua di Indonesia. Herbarium ini menyimpan sekitar 14 ribu koleksi yang meliputi awetan basan, koleksi kering, karpologi (koleksi buah), artefak etnobotani, fosil tetumbuhan, koleksi kulit kayu (xylarium), serta tumbuhan berbunga.
 
“Beberapa koleksi merupakan specimen tipe yang menjadi rujukan dalam penemuan spesies baru seperti Begonia incudiformicarpa Ardi & D.C. Thomas, B. Iskandariana Ardi & D.C. Thomas, B. Johntania Ardi & D.C. Thomas, Pinanga Schwanerensis A. Randi, Hikmat & Heatubun,” ujar alumnus Departemen Biologi FMIPA Unpad itu.
 
Ia menambahkan fokus utama penelitian di Herbarium Bandungense adalah eksplorasi spesies introduksi yang ternaturalisasi di Jawa. Salah satunya, suku Asteraceae yang merupakan suku terbesar dalam kelas Eudikotil di sistem klasifikasi Angiosperm Phylogenetic Group (APG) dengan bentuk bunga menarik serta merupakan tanaman hias.
 
Tanaman introduski tersebut, lanjut dia, seperti Eupatorium capillifolium (Lam) Small ex Porter and Britton, yang mirip dengan tanaman adas dan tanaman daun pait (Gymnanthemum amygdalinum). Tanaman ini secara tradisional digunakan untuk obat diabet. Ini merupakan tanaman yang berasal dari Afrika Tropik yang tumbuh meliar di Jawa.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan