UKWMS Peringati Hapsak Pancasila

Memperkuat Pancasila Lewat Diskusi Pemikiran Gus Dur

Citra Larasati 07 Oktober 2018 18:46 WIB
beasiswa osc
Memperkuat Pancasila Lewat Diskusi Pemikiran Gus Dur
Diskusi panel bertema “Mengenang Pemikiran Gus Dur: Menegakkan Visi Bernegara Pancasila dari Ancaman Radikalisme”, Humas UKWMS.
Jakarta:  Women and Youth Development Institute of Indonesia (WYDII) bersama Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menggelar Diskusi Panel memperingati hari Kesaktian Pancasila.  Diskusi ini bertujuan menggugah, merenungkan, dan memperkuat pemahaman demokratisasi Pancasila dari kaca mata Presiden Indonesia ke-4, KH Abdurahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur.

Diskusi panel ini digelar dengan mengangkat tema “Mengenang Pemikiran Gus Dur: Menegakkan Visi Bernegara Pancasila dari Ancaman Radikalisme”.  Khususnya perjuangan-perjuangan penegakan negara pancasila, yang telah dilakukan tokoh- tokoh terdahulu seperti Gus Dur. 


Diskusi ini menghadirkan Prof. Dr. AS Hikam, Menteri Riset dan Teknologi di era Gus Dur.  Hikam diketahui begitu dekat mengenal pribadi, maupun pemikiran-pemikiran kebangsaan Gus Dur.   

“Bagi saya, Gus Dur adalah orang yang multidimensi. Beliau bisa dilihat dari berbagai sisi. Kalau hendak mengenang pemikiran Gus Dur, kita harus tahu mau dilihat dari sisi yang mana,” kata Hikam dalam siaran pers yang diterima Medcom.iddi Jakarta, Minggu, 7 Oktober 2018.

Ia pun menambahkan, bahwa Gus Dur memang giat mencari cara, bagaimana membuat agama yang berbeda-beda bisa menemukan titik temu dalam keharmonian.  Menurut Hikam, pemikiran Gus Dur sendiri dapat dirumuskan menjadi empat rumusan.

Pertama, persatuan antarumat dan saling memberikan perlindungan terhadap umat lain, terutama kelompok minoritas. Kedua, menentang radikalisasi agama dengan berpartisipasi pada upaya-upaya pembangunan harmoni antarumat. 

"Gus Dur tidak memaklumi aksi dan perbuatan radikalisasi agama di masyarakat," terang Hikam.

Ketiga, menguatkan peran deradikalisasi di masyarakat, dengan menguatkan deteksi dini radikalisme.  "Dalam konteks ini, pendampingan bagi mantan pengikut kelompok radikal atau kombatan secara formal antara pemerintah dan masyarakat dapat ditingkatkan," terangnya.

Terakhir, secara khusus meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap perempuan dan anak- anak.  "Kalangan anak dan perempuan seringkali rentan dan berpotensi, namun perempuan juga berfungsi sebagai penetralisir konflik.  Bisa bekerja sama dengan pihak terkait meningkatkan kesadaran antiterorisme," papar Dia.

?Diskusi yang diadakan di A301 Kampus Dinoyo UKWMS ini juga menghadirkan Ketua Fatayat NU Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, Dosen IAIN Jember Dr. Fawaizul Umam, dan Dosen UKWMS Prof. Anita Lie, M.A. Ed.D.

Baca: Racik Umbi Bit Merah Jadi Tabir Surya

Menurut Anita Lie, pemikiran radikalisme di Indonesia identik dengan konteks etnis dan agama. Kelompok mayoritas merasa paling unggul, yang akhirnya mewujud dalam sikap diskriminasi terhadap kelompok minoritas.

Sikap diskriminatif itulah, yang membuat kelompok minoritas merasa tidak diberikan kesempatan berkontribusi membangun negara. “Kita harus melakukan apa yang seharusnya dilakukan sebagai warga negara. Jika dibenci, yasudah tidak apa-apa. Yang paling utama adalah kita sudah melakukannya,” terang Anita Lie.

Fawaizul Umam pun menjelaskan, bahwa radikalisme dapat dicegah dengan dua cara. Yakni dengan revitalisasi nilai-nilai yang dikembangkan Gus Dur dan belajar nilai-nilai agama dari aspek kehidupan lain.  "Bisa juga dengan menggelar diskusi seperti ini," terang Dia.

Hikmah pun menambahkan, bahwa mempelajari nilai-nilai agama juga dibutuhkan sikap saling memahami. Diskusi antarumat beragama pun juga harus sering dilakukan.

Selain mempelajari nilai-nilai agama, aspek kehidupan lainnya seperti ilmu pengetahuan pun juga bisa dipelajari tanpa batasan tertentu.   “Berkumpul dengan agama lain itu perlu. Kegiatan seperti ini juga tidak perlu menunggu ada konflik ataupun pertikaian antaragama,” tutupnya.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id