Mahasiswa Prodi Mikrobiologi (BM’19) Institut Teknologi Bandung (ITB) Fazanaila Nurul Silmi. DOK ITB
Mahasiswa Prodi Mikrobiologi (BM’19) Institut Teknologi Bandung (ITB) Fazanaila Nurul Silmi. DOK ITB

Dari Coba-coba, Faza Diterima Belajar Filsafat di Italia Lewat IISMA

Renatha Swasty • 14 April 2022 12:42
Jakarta: Mahasiswa Prodi Mikrobiologi (BM’19) Institut Teknologi Bandung (ITB) Fazanaila Nurul Silmi tak menyangka bisa kuliah di University of Padua (UNIPD), Italia. Apalagi, mata kuliah yang diambil jauh dari pelajaran di ITB, yakni Filsafat.  
 
Faza mengaku awalnya coba-coba mengikuti Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Ini merupakan skema pemerintah mendanai mahasiswa Indonesia dalam program pembelajaran pada berbagai universitas di luar negeri.
 
“Awal mula hanya mencoba untuk mendaftarkan diri karena persyaratan yang dibutuhkan terbilang mudah untuk suatu program exchange,” beber Faza dikutip dari laman itb.ac.id, Kamis. 14 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu persyaratan yaitu sertifikat bahasa Inggris. Faza menyebut masih memiliki sertifikat bahasa Inggris yang dapat digunakan.
 
Dia lalu memanfaatkannya untuk Program IISMA. Setelah melalui seleksi Faza diterima belajar Filsafat di UNIPD.
 
“Walaupun mata kuliah yang aku ambil di UNIPD tidak berhubungan dengan program studiku, aku tetap dapat belajar banyak hal,” kata Faza.
 
Faza mengaku gemar membaca buku mengenai filsafat sejak SMA. Dari perbedaan studi ini, Faza menyadari mempelajari studi yang berbeda (sains dan sosial) akan memberikan pandangan baru terhadap suatu aspek.
 
Selama mempelajari filsafat, Faza dituntut mengutarakan opini. Sedangkan, pada ilmu sains lebih dituntut mengenai fakta. Keterbukaan serta pandangan baru ini bukan hanya terjadi dalam hal akademik tetapi juga pada kehidupan sehari-hari di Italia.
 
Selain berkuliah, mahasiswa atau awardee IISMA juga mengemban misi memperkenalkan budaya Indonesia. Namun, lantaran pandemi covid-19 tidak mendukung untuk mengadakan acara besar.
 
Sehingga pada Hari Sumpah Pemuda, awardee IISMA di Padua hanya dapat mengadakan pembagian pouch batik dengan menggunakan baju batik. Faza mengaku hal paling berkesan selama lima bulan berkuliah di UNIPD ialah saat berinteraksi dengan masyarakat Italia.
 
Latar belakang warga Indonesia dan Italia sangat berbeda. Hal itu menjadi alasan tersendiri mengenal serta menghadapi kultur baru serta pemikiran yang terbuka.
 
Faza juga menceritakan cara bertahan pada lingkungan baru terutama di suatu negara yang berbeda ras dan pola pikir. Yakni menjadi pribadi adaptif dan fleksibel serta tetap mengingat jati diri.
 
“IISMA merupakan program yang memberikan kesempatan besar. Terlepas dari mata kuliah pada universitas mitra yang berbeda dengan program studi kalian, ini merupakan ajang untuk mendapatkan pengalaman dan mengembangkan diri. Jangan ragu untuk mengambil kesempatan ini,” tutur Faza.
 
Baca: Awardee ISMA Asal ITS Beberkan Tips yang Dapat Membantu Lewati Seleksi
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif