Ilustrasi anak. Medcom.id
Ilustrasi anak. Medcom.id

Dosen FK UNS Bagikan Cara Pencegahan Hepatitis Akut

Pendidikan penyakit menular anak UNS Hepatitis Akut
Renatha Swasty • 13 Mei 2022 11:32
Jakarta: Penyakit hepatitis akut pada anak tengah merebak. Sebanyak tujuh anak di Indonesia meninggal diduga akibat hepatitis akut.
 
Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dhani Redhono Harioputro, mengimbau orang tua mengecek gejala penyakit ini pada anak-anak mereka. Hepatitis akut memiliki ciri-ciri cukup mencolok.
 
Ciri-ciri yang cukup mencolok, yakni warna kuning pada bagian mata. Hal itu akibat bilirubin tinggi. Dia menuturkan bila kadar bilirubin semakin tinggi, kulit anak juga akan menjadi kuning.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Mata yang seharusnya putih jadi kuning. Kemudian bisa terlihat di telapak tangan dan kaki. Air seninya juga berwarna seperti teh. Kadang-kadang disertai feses yang berwarna pucat,” kata Dhani dikutip dari laman uns.ac.id, Jumat, 13 Mei 2022.
 
Dhani menyebut penderita biasanya akan mengalami demam, mual atau muntah, badan terasa sakit, hingga diare. Dhani menyarankan orang tua segera membawa anak mereka ke dokter bila memiliki tanda-tanda tersebut.
 
Dia menuturkan hepatitis akut tidak ditularkan antarmanusia. Namun, penularan melalui media-media tertentu.
 
Pada kasus hepatitis akut, WHO menduga media yang sering menjadi penularan ialah makanan dan minuman. Hal ini mirip dengan hepatitis A dan E yang penularannya melalui media makanan. Namun, berbeda dengan hepatitis B, C, dan D yang penularannya melalui cairan tubuh.
 
“Tidak menular antarmanusia, tapi dapat ditularkan melalui beberapa media. Maksudnya kalau memang dugaan terakhir WHO ada dugaan infeksi dari arbovirus, penderita bisa terkontaminasi dari makanan. Jadi, makanan atau minuman bisa menularkan virus ini,” tutur dia.
 
Dhani juga mengimbau orang tua mengingatkan anaknya selalu mencuci tangan sebelum makan. Cuci tangan yang benar dapat menghilangkan virus di tangan.
 
“Untuk menghindari, tetap menggunakan prokes saat ini. Kedua, cuci tangan dulu sebelum kita mengkonsumsi makanan karena ini diduga ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi,” tutur dia.
 
Dhani menegaskan pencegahan lebih baik dari pengobatan. Untuk itu, segera melakukan langkah pencegahan sebelum terserang virus.
 
Baca: Tak Mempan dengan Hand Sanitizer, Ini Langkah Pencegahan Hepatitis Akut
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif